Breaking News:

Begini Penjelasan Danlanal Soal Dugaan Pulau Rupat Gerbang Masuk Penyelundupan dari Luar

Inilah penjelasan Danlanal soal dugaan pulau Rupat merupakan gerbang rawan masuknya barang selundupan

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Budi Rahmat
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com,  Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengakui pulau Rupat merupakan gerbang rawan masuknya barang selundupan dari berbagai negara tetangga ke Riau dan Indonesia.

Sehingga Ia tidak membantah jika ada informasi di satu pulau kecil di daerah Pulau Rupat dijadikan sebagai tempat untuk transit dan transaksi narkoba dan barang selundupan lainnya.

Baca: Sekali Jemput Sabu 2 Kurir yang Ditangkap di Bandara SSK II Pekanbaru Dapat Upah Segini

"Bisa jadi itu terjadi tempat transit penyelundupan narkoba dan benda lainnya, "ujar Yose Aldino saat ditemui di kantor Gubernur Riau Jumat (6/7/2018).

Pihaknya sebagai pengaman perairan laut Riau sepanjang garis pantai 2700 Kilometer lebih itu sengaja membuka pintu di Pulau Rupat tersebut namun tetap dengan patroli rutin dan pergerakan senyap untuk memantau masuknya barang selundupan tersebut.

Baca: DPMD Bengkalis Bantu Pelaksanaan TMMD Ke 102 di Bengkalis

"Kami tetap patroli dan tentunya patroli kami tidak pernah diberitahukan kapan saja, namun yang jelas tugas kami melakukan pengawasan, "ujar Yose Aldino.

Memang diakui Yose Aldino juga pihaknya mengalami keterbatasan dengan panjang garis pantai Riau yang panjang untuk mengawasi tersebut, hanya saja pihaknya melalui pergerakan senyap tersebut juga tetap melakukan upaya pengawasan secara maksimal.

"Misalnya patroli kami tidak haru diberitahukan kami melakukan patroli setiap hari rutenya ini dan ini, bukan seperti itu kami melakukan patroli secara strategi, tidak bisa hanya patroli saja,"ujarnya.

Baca: VIDEO: Bunga Hidroponik di Samping Kantor Gubernur Banyak yang Mati

Sedangkan untuk penyelundupan barang secara ilegal ke Riau sendiri pihaknya selama ini kata Yose Aldino selalu melakukan upaya pencegahan secara preventif sehingga meminimalisir dampak.

"Kalau tidak bisa preventif maka baru dilakukan upaya refresif. Karena yang paling berbahaya itu adalah penyelundupan narkoba dan senjata, "jelasnya.

Baca: Driver Ojol Perempuan Ini Pelopori Gerakan Sosial Para Driver Peduli Sesama

Saat ditanya selama ini sudah berapa banyak tangkapan di perairan Riau yang berbatasan dengan Selat Malaka tersebut, Aldino tidak mau menyebutkan karena menurutnya itu merupakan data intelijen. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved