Breaking News:

Lapas Gobah Ditembak

Ini Penjelasan Kakanwil Kemenkumham Riau Terkait Penembakan Lapas Gobah Pekanbaru

Peristiwa penembakan di Lapas Klas II A Pekanbaru oleh orang tak dikenal (OTK) Minggu dini hari lalu, diduga ada keterkaitan dengan beberapa hal

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Lima tembakan dari orang tak dikenal mengenai bagian depan bangunan Lapas Kelas IIA, Pekanbaru, Minggu (8/7/2018). Dari penembakan yang terjadi sekitar jam 04.00 WIB itu, diamankan barang bukti 2 selongsong peluru, 1 proyektil dan setengah proyektil yang sudah pecah. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Peristiwa penembakan di Lapas Klas II A Pekanbaru oleh orang tak dikenal (OTK) Minggu dini hari lalu, diduga ada keterkaitan dengan beberapa hal.

Diantaranya penangkapan seorang pria berinisial F (32) oleh petugas Lapas lantaran mencoba menyelundupkan sabu-sabu dengan cara menyelipkan di dalam roti.

Baca: Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo: Saya Kagum dengan Kesiapan Prajurit

Kemudian adanya proses pemindahan seorang Napi dengan kasus narkoba berinisial A ke Lapas Pekanbaru.

Kakanwil Kemenkumham Riau M. Diah saat diwawancarai tentang dua hal tersebut yang diduga menjadi penyebab terjadinya aksi penembakan, dirinya tak menampiknya.

Baca: Pekerja dari SBCI Riau Datangi Gedung DPRD Riau Tuntut Janji Dewan Soal Ini

"Diantara lain itu ya. Banyak katakanlah sindikat pengedar narkoba yang jadi warga binaan kita di dalam (Lapas). Semuanya itu punya indikasi dan kemungkinan. Tapi kita tunggu lah hasil kerja teman-teman kepolisian yang akan menjelaskan teknisnya," ucap dia saat dijumpai usai melakukan kunjungan ke Lapas Pekanbaru, Senin (9/7/2018).

Sambung M. Diah, para Napi kasus narkoba ini memang menjadi Napi dengan resiko tinggi. Artinya, dalam putusan hukumannya. Sebagian besar divonis seumur hidup.

Baca: Sangat Dibutuhkan, Warga Berharap SPAM IPA di Desa Desa Sungai Tohor Segera Dioperasikan

Sementara itu, untuk pengamanan di Lapas, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat keamanan.

"Saya juga ingatkan ke petugas, tidak perlu gentar, tidak perlu khawatir, tetap bekerja sebagaimana mestinya dan sesuai dengan SOP," kata M. Diah.

Baca: Penyelesaian Pembangunan Gedung RSUD Madani, Pemko Pekanbaru Berharap Bantuan Pemprov dan Pusat

Ditambahkan Diah, pihaknya juga akan semakin memperketat pengawasan agar upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas bisa terus diatasi. Termasuk juga penggunaan HP oleh Napi.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved