Breaking News:

Padang

Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Teken Kerjasama dengan UBH

PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH

Editor: Budi Rahmat
ist
PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), untuk melestarikan ikan bilih 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), untuk melestarikan ikan bilih yang kini terancam kepunahan, Rabu (11/7/2018).

Baca: Ketua DPRD Rohul soal PAW: Kita Masih Menunggu Hasil dari Badan Kehormatan.

Kerjasama yang berlangsung di Taman Reklamasi Semen Padang itu, ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak. Dari Semen Padang, penandatangan kerjasama itu, diwakili Kepala Departemen Rendal Produksi, Juke Ismara. Sedangkan dari UBH, diteken oleh Ketua LPPM Abdullah Munzir.

Penandatangan itu juga disaksikan langsung oleh seluruh Dewan Direksi PT Semen Padang, yaitu Dirut Yosviandri, Direktur Keuangan Tri Hartoni Rianto, dan Direktur Operasional Firdaus, serta turut hadir Komisaris Werry Darta Taiwur.

Baca: Jelang Indonesia vs Malaysia, Berikut Daftar Top Skor Sementara Piala AFF U-19 2018

Usai penandatanganan kerjasama, kedua belah pihak kemudian langsung menebarkan 1000 bibit ikan bilih dari Danau Singkarak ke sungai yang ada di kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati (Kehati) Semen Padang tersebut.

Manajer Taman Kehati Semen Padang, Deni Zen mengatakan, kerjasama dengan LPPM UBH itu dilakukan, karena habitat Ikan Bilih di Danau Singkarak sudah mulai tercemar akibat pencemaran industri wisata, dan kadar sulfur yang makin meningkat.

Baca: Kemenang Riau Ingatkan CJH Tidak Paksakan Bawa Barang Berlebihan

Kemudian, metode penangkapan ikan bilih yang dieksploitasi secara besar-besaran tanpa mengindahkan proses pengembangannya, juga menyebabkan populasi ikan bilih di Danau Singkarak semakin punah. Bahkan, dampak dari metode penangkapan secara besar-besaran itu membuat ikan bilih susah didapatkan di Danau Singkarak.

"Harusnya, ikan bilih ini ditangkap pada saat naik ke sungai untuk bertelur, bukan di danau, karena danau adalah tempat ikan bilih berkembang dan membesar," kata Deni usai penandatangan MoU antara Semen Padang dengan LPPM UBH, Rabu pagi.

Baca: Putar Ringkasan Film 22 Menit pada HUT Bhayangkara, Begini Kata Kapolres Kampar

Deni menyebut kerjasama dengan LPPM UBH itu dilakukan, karena Semen Padang sebagai perusahaan semen yang terus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, ingin menyelamatkan kepunahan ikan bilih yang merupakan ikan endemik di Danau Singkarak.

PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), untuk melestarikan ikan bilih
PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), untuk melestarikan ikan bilih (ist)

"Ikan bilih jenis mictacoleucus padangensis ini di dunia hanya satu, yaitu di Danau Singakarak. Ada yang menyerupai, tapi itu bukan bilih. Sekarang populasinya terancam punah, dan Semen Padang merasa terpanggil untuk menyelamatkan ikan biih agar tidak punah," ujarnya.

Baca: Disdikbud Inhu Belum Terima Laporan Jumlah Penerimaan Siswa Baru

Sebelum MoU ini dilakukan, Deni pun menyebut empat bulan lalu, Semen Padang bersama Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta yang diwakili oleh Hafrijal Syandri sebagai guru besar 'ikan bilih' di fakultas tersebut, sudah menganalisa ekosistem yang ada di Semen Padang.

Analisa itu dilakukan mulai dari pemeriksaan kadar air, ketinggian Taman Kehati Semen Padang dari permukaan laut, serta menebar 400 ekor ikan bilih. Dari analisa itu, diketahui bahwa alam Semen Padang tidak jauh berbeda dengan Singkarak.

"Bahkan dari 400 ekor ikan bilih yang disebar di sungai kawasan Kehati, ternyata sekitar 70 persen masih hidup. Sedangkan sisanya, mati karena dipengaruhui akibat resiko adaptasi," bebernya.

Baca: Ikan Invasif Asing Dilarang Peredarannya di Perairan Indonesia, Berbahaya!

Melalui MoU ini, Deni pun mengatakan bahwa kini Taman Kehati Semen Padang tinggal menunggu waktu kapan ikan bilih itu mulai bertelur dan menetas. Kalau proses pengembangbiakan itu terjadi, maka Taman Kehati sendiri untuk jangka selanjutnya, akan menyebarkan ikan bilih tersebut ke daerah yang punya kesamaan topografi dengan Semen Padang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved