Breaking News:

Padang

Begini Alasan Mantan Ketua BEM Kampus di Padang yang Tega Buang Bayi Sendiri

Pelakunya berinisial D, merupakan oknum mantan Ketua BEM salah satu fakultas di Perguruan Tinggi di Kota Padang.

Editor: Afrizal
ilustrasi bayi 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Aparat kepolisian Polres Padang Pariaman, Provinsi Sumbar, berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di kawasan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman yang terjadi pada 2 Juni 2018 lalu.

Tak disangka, dari pengungkapan kasus yang terjadi pada awal Juni itu, diketahui bahwa ternyata, pelakunya berinisial D, merupakan oknum mantan Ketua BEM salah satu fakultas di Perguruan Tinggi di Kota Padang.

"Pelakunya inisial D. Bayi yang dibuangnya adalah hasil hubungan terlarang pelaku dengan kekasihnya," kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, Rabu (11/7/2018) malam.

Mantan Analis Kebijakan Muda Bagrenmin Korlantas Polri itu juga menyebut bahwa pelaku ditangkap pada Senin (10/7/2018) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.

Baca: REKOR, 48 Bayi Lahir Rentang Waktu 41 Jam, Pihak Rumah Sakit Temukan Penyebabnya

Baca: Bayi Ditemukan Depan Rumah Warga, Warga Lihat Ada Bercak Darah di Kamar Anak Kos

Pelaku sudah lama dicari petugas.

Namun baru pada Minggu malam kemarin keberadaan pelaku diketahui, yaitu di rumah salah satu keluarganya di kawasan Pasir Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Kemudian, petugas langsung melakukan penangkapan.

"Selama pelarian dari kejaran polisi, pelaku sempat berpindah-pindah, bahkan merubah penampilannya dengan memakai brewok. Itu sengaja dilakukan pelaku agar petugas kesulitan untuk mendeteksi keberaannya," ujar Rizki.

Pelaku saat ditangkap, lanjutnya, sempat membantah bahwa dia bukan orang yang membuang bayi malang tersebut.

Namun setelah petugas melihatkan bukti-bukti terkait kasus tersebut, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya, sehingga langsung dibawa ke Mapolres Padang Pariaman.

Saat diintrogasi penyidik, pelaku mengaku bahwa dia nekat membuang bayi hasil hubungan terlarang dengan kekasihnya, karena tidak siap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dengan alasan belum bekerja.

"Pelaku tidak mau bertanggung jawab karena tertekan biaya hidup dan belum mampu untuk berkeluarga, karena baru selesai kuliah dan belum bekerja. Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Padang Pariaman untuk menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka," bebernya.

Rizki juga membeberkan bahwa ibu dari bayi yang dibuang pelaku di kawasan Kasang itu merupakan kekasih pelaku yang satu almamater, namun beda fakultas dengan pelaku.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved