Breaking News:

Istri Rela Dikubur Hidup-hidup Bersama Jasad Suami, Kerangka Mereka Berpelukan 3000 Tahun

Cinta Abadi - Dua kerangka manusia berusia 3000 tahun di Ukraina menarik perhatian ilmuwan.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Mykola Bandrivsky/East2west News
Kerangka Ukraina 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dua kerangka manusia berusia 3000 tahun di Ukraina menarik perhatian ilmuwan.

Kerangka itu ditemukan dalam posisi berpelukan dalam satu makam di tempat bersejarah dekat Desa Petrykiv.

Posisi ini yang menguak misteri kematian seorang di antaranya.

Dilansir Daily Mail, ilmuwan meyakini kematian pasangan itu adalah bentuk cinta sejati nan abadi serta pengorbanan yang tulus.

Diyakini, kerangka itu merupakan sepasang suami istri.

Baca: 12 Remaja Sukses Dievakuasi dari Dalam Gua di Thailand, Tak Boleh Dipeluk Orangtua

Professor Mykola Bandrivsky yang melakukan penelitian 'penguburan pasangan yang saling mencinta' ini menyebut pemakaman mereka unik.

"Ini penguburan yang unik, seorang pria dan seorang wanita terbaring di sana, saling berpelukan erat. Kedua wajah mereka saling berhadapan satu sama lain, kening mereka saling bersentuhan. Yang wanita berbaring di atas punggungnya, dengan tangan kanan memeluk si pria, pergelangan tangan si wanita di bahu kanan pria. Kedua lutut wanita itu ditekuk dan berada di atas kaki si pria yang agak merenggang," tutur Bandrivsky menggambarkan posisi kerangka yang dia teliti.

Otopsi yang dilakukan para pakar menguak fakta mengejutkan di balik posisi kerangka tersebut.

Para ahli mengatakan kematian si wanita berkemungkinan besar bersifat sukarela.

Mereka percaya wanita itu memilih untuk mati dan dikubur dalam keadaan hidup hidup bersama jasad suaminya.

Sebab tak mungkin meletakkan mayatnya dengan posisi memeluk mesra suami seperti itu jika wanita itu sudah meninggal.

Baca: Jelang MotoGP Jerman 2018, Dani Pedrosa Resmi Nyatakan Pensiun dari MotoGP

Sebagai bentuk cinta pada suami hingga akhir hayat, wanita itu rela dikubur hidup-hidup agar bisa menemani sang suami di kehidupan berikutnya.

Menurut para ahli mungkin wanita itu menenggak racun, lalu masuk ke liang lahat dan memeluk suaminya yang baru meninggal.

"Kedua manusia yang mati itu mengenakan hiasan perunggu, dan di dekat kepala ada beberapa barang tembikar: mangkuk, kendi dan tiga gayung."

Budaya kuno ini dikenal karena 'kelembutan' penguburannya, kata Dr Bandrivsky, Direktur cabang Transcarpathian dari Rescue Archaeological Service, Institute of Archaeology of Ukraine.

Tetapi contoh ini sangat mencolok.

Dalam kasus lain dari penguburan budaya ini memperlihatkan 'seorang pria memegang tangan seorang wanita, bibir seorang lelaki yang menyentuh dahi seorang wanita, atau atau lengan kedua orang yang mati saling berpelukan.'Dari

Dari penelitian yang sudah dilakukannya terhadap makam seperti itu, Dr Bandrovsky menganalisa adanya tindakan sukarela pihak perempuan.

"Dari sudut pandang kami, perempuan ini melakukannya secara sukarela. Mungkin, wanita itu tidak ingin hidup dengan pria lain, dan terbiasa dengan cara hidup yang baru. Jadi dia lebih suka mati bersama suaminya," tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved