Keritik KPK, Amien Rais: Untuk Menghibur Kita Ada OTT-OTT

Amien sempat mengkritik kinerja dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai menyembunyikan

Tribunnews.com
Amien Rais 

TRIBUNPEKANBARU.com -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menghadiri acara Halal bihalal Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) di Aula Masjid Al Furqon, Jakarta Pusat.

Amien sempat mengkritik kinerja dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai menyembunyikan kasus besar dengan kasus kecil.

"Menurut saya KPK adalah lembaga penegak keadilan yang sudah istimewa dalam melakukan Obstruction of justice. Obstruction of justice itu adalah menegelamkan, menghilangkan, menyembunyikan kasus yang gede, ditutup dengan kasus yang kecil-kecil supaya kita lupa," ujar Amien Rais saat memberikan sambutan di Acara halalbihalal DDII, Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Amien juga mengatakan diskriminasi saat ini sudah hampir ada di semua bidang, tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah.

Baca: Soal Lalu Muhammad Zohri Bingung Mencari Bendera Merah Putih Usai Menang, Ini Kata KBRI Finlandia

"Kita saksikan diskriminasi itu ada dihampir semua bidang nasional terutama diskriminasi hukum nampak negitu berat, hukum itu tumpul ke atas tapi tajam dan metakikan ke bawah itu kita tidak menyadari," katanya.

Amien mencontohkan kasus seorang nenek yang mencuri dua biji semangka dan diganjar 3 bulan penjara, tetapi kasus besar yang menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah bisa lepas.

"Contohnya seorang nenek mencuri dua biji semangka diganjar 3 bulan penjara sementara kasus kita yang triliunan rupiah di lepas," katanya.

Amien menilai OTT yang dilakukan KPK hanya sebagai hiburan. Ia menilai penanganan kasus memiliki hubungan politik saat ini.

"Untuk menghibur kita ada OTT-OTT, Kasus ini harus kita akhiri setelah Presiden ini menyelesaikan tugasnya," katanya.

Baca: Masih Ingat Jasad yang Dibuang ke Sungai Umban Rumbai? Ternyata Tri Murtini Dibunuh Pacarnya

"Bila tersangkut korupsi besar dan memiliki jabatan nama koruptor bisa naik hilang. Sementara yang berpotensi jadi oposisi bila terkena kasus maka akan Berstatus terpidana," tambahnya.

Amien berharap di pemerintahan kedepan tidak adanya demokrasi diskriminatif.

"Jadi maksud saya presiden yang baru nanti itu tidak boleh mengembankan demokrasi diskriminatif," ujar Amien.

Editor: David Tobing
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved