Breaking News:

Dewan Minta Dinas Ketenagakerjaan Riau Konsultasi ke Pusat Mengenai Masalah Ini

DPRD Riau memainta Disnaker Riau untuk melakukan konsultasi ke Pusat terkait dengan masalah yang kerap menjadi pengaduan pekerja

Penulis: Alex | Editor: Budi Rahmat
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Sistem yang diterapkan di banyak perusahaan di Riau saat ini seringkali merugikan hak para pekerja, terutama dalam hal pengangkatan karyawan, yang cenderung memakai pola perpanjangan kontrak, bukan dengan pengangkatan.

Baca: KLHK Bahas Penyediaan Hidangan Rapat Bebas Plastik di PLHK 2018

Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Ade Agus Hartanto mengatakan, beberapa waktu belakangan ada sejumlah kelompok pekerja yang mengadu ke DPRD Riau, dan persoalannya hampir sama.

“Pada umunya perusahaan mengakali bagaimana mereka tidak melakukan pengangkatan karyawan. Karena kalau dilakukan pengangkatan karyawan, maka banyak hal yang harus dipenuhi mereka kepada karyawan. Sehingga perusahaan lebih memilih melakukan perpanjangan kontrak. Ketika habis kontrak, perpanjang lagi, habis perpanjang lagi, demikian seluruhnya,” kata Ade Agus Hartanto kepada Tribun, Kamis (19/7/2018).

Baca: Kepala BRG RI Tinjau Pembasahan Gambut di Mundam

Tidak hanya itu, pihak perusahaan juga memiliki banyak kekuatan untuk menekan para pekerja, karena hanya terikat kontrak, jika pun terjadi pemberhentian, pihak perusahaan tidak perlu membayarkan konpensasi ataupun uang pesangon.

“Laporan para pekerja banyak yang masuk dalam dua tahun ini pada umumnya terkait hal yang sama seperti itu, termasuk yang terakhir sebelumnya, dari Unit Kerja Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) Riau,” tuturnya.

Baca: Meski Diguyur Hujan Deras, Karlahut di Desa Air Hitam Belum Padam

Oleh karena itu, menurut Ade Agus, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Ketenagakerjaan, agar melakukan kponsultasi ke pusat, bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan.

“Sebenarnya dalam undang-undang sudah diatur, kalau tak salah, dua bulan pekerja menjalankan pekerjaannya, maka ia berpeluang dan berhak untuk diangkat menjadi karyawan. Pihak dinas kita juga tahu, sudah beberapa kali turun ke perusahaan, tapi kadang mereka sengaja dihalang-halangi di perusahaan,” jelasnya.

Baca: Hasil Singapura Open 2018 Kamis Ini: Pasangan Ganda Indonesia Maju ke Perempat Final

Sebelumnya, Belasan pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) Riau mengadu ke DPRD Riau.

Mereka mengaku tidak diperkenankan bekerja di perusahaan tempat mereka bekerja selama ini, di PT AFR.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved