Breaking News:

Kepulauan Meranti

Penyelundupan 1 Ton Benih Jarak di Tanjung Peranap, Balai Karantina Panggil 3 Saksi 

Kendati belum memeriksa seluruh saksi, namun kata dia pihaknya telah mendapatkan keterangan dari pemilik benih.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Afrizal
Tribunpekanbaru/guruhbudiwibowo
Petugas Karantina menunjukkan benih jarak ilegal yang diamankan di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG- Balai Karantina Kelas I Pekanbaru masih menindaklanjuti kasus penyelundupan 1 ton lebih benih jarak di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat pada Kamis (12/7/2018) kemarin.

Hingga saat ini pihak Karantina masih memanggil saksi-saksi yang mengetahui masuknya benih ilegal tersebut.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Kelas I Pekanbaru, Ferdi mengatakan, saat ini pihaknya sudah memanggil 3 saksi.

Sebenarnya masih banyak saksi yang akan dipanggil oleh pihak penyidik Balai Karantina, namun lainnya belum sempat memenuhi panggilan dari penyidik.

Baca: Benih Jarak Asing Masuk Meranti, Dinas Perkebunan: Bibit Jarak Tak Masuk Rencana Kerja

Baca: Balai Karantina Amankan 1 Ton Benih Jarak Asal China di Kepulauan Meranti Riau

"Baru tiga saksi yang sudah memenuhi panggilan kami, saksi lainnya minggu depan," ujarnya.

Kendati belum memeriksa seluruh saksi, namun kata dia pihaknya telah mendapatkan keterangan dari pemilik benih.

Dari keterangan pemilik, benih tersebut akan ditanam di lahan kelompok tani sekitar desa Tanjung Peranap.

"Pemilik benih jarak melanggar Pasal 31 ayat 1 junto Pasal 5 huruf a, b dan c, Undang-undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina. Jika terbukti, pemilik diancam kurungan penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp150 juta," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved