Gempa Sumbar

Satu Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan Bangunan Saat Tidur

Gempabumi berkekuatan 5,4 SR yang mengguncang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (21/7/2018) sore pukul 15.58 WIB, menyebabkan seorang warga

Satu Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan Bangunan Saat Tidur
Tribun Padang
Gmpa bumi berkekuatan 5.4 SR yang mengguncang Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi Sabtu (21/7/2018) sore pukul 15.58 WIB, menyebabkan satu korban jiwa dan dua luka ringan akibat tertimpa bangunan yang roboh diguncang gempa. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Solok

TRIBUNPADANG.com, PADANG - Gempabumi berkekuatan 5,4 SR yang mengguncang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (21/7/2018) sore pukul 15.58 WIB, menyebabkan seorang warga Dusun Rawang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang menunggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan.

Saat ini, korban jiwa bernama Bustami alias Bujang Jenggo (63) itu, sudah dibawa ke rumah keluarganya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya yang rusak berat akibat gempa. Bahkan Minggu (22/7/2018) besok, jasad korban akan segera dikebumikan di pandam pakuburan kekuarga.

Del Syahputra, anak ketiga korban saat ditemui di rumah duka mengatakan, sesaat sebelum gempa mengguncang Kabupaten Solok, dirinya sedang berada di luar. Sedangkan di rumah ada empat orang, termasuk almarhum yang saat itu sedang tidur di kamar tidur utama rumahnya.

Kemudian begitu gempa mulai mengguncang, ibu, kakak dan keponakannya, sebut Del, langsung berhamburan keluar rumah begitu getaran gempa dirasakan cukup kuat. Setiba diluar rumah, tiba-tiba sebagian dinding rumah yang berada si kamar utama tempat almarhum tidur kemudian roboh.

"Begitu getaran gempa sudah tak ada lagi, kakak dan ibu saya langsung bergegas ke dalam rumah dan dilihat ayah sudah tehimpit bangunan dindibg yang roboh. Kemudian dibantu beberapa warga, ayah langsung dibawa ke RSUD Arosuka," ujarnya kepada tribunpadang.com, Sabtu malam.

Begitu tiba di RSUD, kata Del melanjutkan, tim medis rumah sakit langsung memberikan pertolongan. Namun Tuhan berkehendak lain. Almarhum pun meninggal di RSUD Arosuka saat tim medis berusaha menolong almarhum.
"Ayah meninggalnya di rumah sakit," imbuhnya.

Del pun menambahkan bahwa pihak rumah sakit menyatakan almarhum meninggal karena mengalami luka memar dibagian dada dan kepala. Bahkan gigi almarhum, juga patah akibat tertimpa reruntuhan dinding rumah yang terbuat dari batako.

Sementara itu, Kepala Jorong Lubuk Selasih,
Irman Rj Gandan menuturkan ada empat rumah yang rusak terdampak gempa. Selain rumah yang ditempati korban jiwa, tiga rumah lagi juga rusak. Namun kondisinya rusak sedang.

"Untuk rumah rusak berat saat ini penghuninya menumpang di rumah keluarganya. Sedangkan rusak ringan masih bisa ditempati para korban. Namun, kami juga mengingatkan agar para korban waspada jika terjadi gempa susulan," ujarnya.(*)

Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved