Gempa Solok

Gempa 5,5 SR Guncang Padang, Dikabarkan Ada yang Meninggal, BPBD Solok Masih Lakukan Pengecekan 

Gempa bumi berkekuatan 5.5 SR yang terjadi pukul 14.58 WIB, mengguncang Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Gempa 5,5 SR Guncang Padang, Dikabarkan Ada yang Meninggal, BPBD Solok Masih Lakukan Pengecekan 
istimewa
Rumah rusak akibat gempa 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gempa bumi berkekuatan 5.5 SR yang terjadi pukul 14.58 WIB, mengguncang Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Bahkan akibat gempa yang berpusat di Lintang 0.97 LS, 100.70 BT pada kedalaman 10 kilometer itu, membuat sejumlah rumah warga di Kabupaten Solok rusak.

Tak hanya itu, seorang warga Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok yang tengah tidur di rumahnya dilaporkan meninggal akibat terkena reruntuhan material rumah yang roboh akibat gempa bumi.

Hingga kini, BPBD Kabupaten masih melakukan pendataan.

Baca: Gempa Guncang Kota Padang 5,5 SR, Getaran Terasa hingga ke Alahan Panjang Kabupaten Solok 

"Kita masih melakukan pengecekan dan pendataan, berapa rumah yang terdampak dan berapa korban jiwa yang timbul,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPDB Kabupaten Solok, Rumainur, Sabtu (21/7/2018)

Saat ini, lanjutnya, petugas masih berada di lapangan untuk mengecek dampak gempa bumi tersebut.

“Nanti kita update apabila ada perkembangan baru. Kini kita masih melakukan pendataan. Petugas saat ini masih berada di lapangan," ujarnya.

Di Padang, getaran gempabumi begitu kuat dirasakan. Bahkan di Hotel Bumi Minang, puluhan tamu hotel berhamburan keluar hotel untuk mencari tempat aman.

Begitu juga beberapa warga yang tinggal di sepanjang Pantai Muaro Padang.

"Gempanya kuat. Kami sekeluarga langsung berhamburan keluar rumah. Tak hanya kami sekeluarga, beberapa tetangga juga nampak berhamburan keluar dari rumahnya," kata Megia Prascillya kepada tribunpadang.com.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, gempa berkekuatan 5,5 SR itu berada di 9 KM Kota Padang dengan kedalaman 10 Kilometer.

Akun instagram @infosumbar mengunggah sebuah foto pengunjung Plaza Andalas yang berkumpul di luar gedung setelah merasakan getaran gempa.

Baca: Kota Padang Kembali Diguncang Gempa Kekuatan 5,5 SR

instagram.com/infosumbar

Gempa ini kuat dirasakan oleh masyarakat Kota Padang dan membuat sebagian masyarakat berhamburan ke luar rumah dan bangunan.

Getaran gempa juga dirasakan di beberapa wilayah di Sumatera Barat.

"Di Alahan Panjang gempanya terasa sangat kuat," kata Rosi salah satu warga Alahan Panjang Kabupaten Solok yang dihubungi Tribunpadang.com.

Seperti data yang dirilis oleh BMKG Padang Panjang, Gempa ini disebutkan tidak berpotensi tsunami.

TELAH TERJADI GEMPA BUMI DENGAN PARAMETER SEMENTARA SEBAGAI BERIKUT:

Kekuatan : 5.5 SR
Tanggal : 21-Jul-2018
Waktu Gempa : 14:58:17 WIB
Lintang : 0.97 LS
Bujur : 100.70 BT
Kedalaman : 10 Km

Lokasi : Southern Sumatra, Indonesia
Keterangan : 9 km Tenggara PADANG-SUMBAR
19 km Tenggara KAB-SOLOK-SUMBAR
33 km BaratDaya KOTA-SOLOK-SUMBAR
37 km Tenggara PARIAMAN-SUMBAR
892 km BaratLaut JAKARTA-INDONESIA

Informasi Tsunami :
Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI

Baca: Kota Padang Diguncang Gempa 5,4 SR dan 5,3 SR. Pusatnya di Mentawai

Gempa dini hari

Sebelumnya, gempa juga mengguncang Kota Padang sebanyak dua kali pada Sabtu dini hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa itu berlokasi di Mentawai, tepatnya 1,78 Lintang Selatan (LS), 99,72 Bujur Timur (BT) di kedalaman 10 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa kedua berkekuatan 5,3 SR berlokasi di 1.77 LS, 99.75 BT atau 34 kilometer Timur Laut Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), di kedalaman 29 kilometer.

Melalui rilisnya Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST, Dipl.Seis, M.Sc, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,3 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,2.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,73 LS dan 99,81 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 km arah timur laut Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 23 km.

Gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan antara lain di daerah Padang pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Pariaman pada skala I SIG-BMKG atau II - III MMI.

Hal ini sesuai dengan hasil laporan masyarakat bahwa gempabumi ini dirasakan di Padang, Pariaman, dan kepulauan Mentawai II SIG-BMKG (II-III MMI). Padang Panjang, Bukit Tinggi, Painan I SIG-BMKG (I-II MMI).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 05.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan kekuatan kekuatan yang paling besar M=4,7.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved