Tahun Ini Dimulai Pembangunan Mesjid Raya Provinsi, Fokus untuk Struktur Bangunan Saja

Pembangunan Masjid Raya Provinsi Riau direncanakan akan dilanjutkan tahun 2018 ini. Saat ini dalam proses teken kontrak

Tahun Ini Dimulai Pembangunan Mesjid Raya Provinsi, Fokus untuk Struktur Bangunan Saja
ist
logo riau 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau Dadang Eko Purwanto mengatakan pembangunan Mesjid Raya Provinsi tetap dilanjutkan tahun ini.

Saat ini dalam proses persiapan teken kontrak.

"Tahun ini tetap dibangun (Mesjid Raya Provinsi) sudah selesai lelang dan tinggal proses teken kontrak saja, "ujar Dadang Eko Purwanto kepada Tribun Senin (23/7/2018).

Baca: MAKI Apresiasi Polda Riau Tertibkan Galian C di Kampar

Menurut Dadang, pemenang kontraktor pengerjaan Mesjid Raya Provinsi tersebut adalah perusahaan kontraktor yang berdomisili di Jakarta. Telah dinyatakan menang dalam lelang setelah sebelumnya dua kali lelang sempat gagal.

"Sekarang kita menunggu jaminan dari kontraktor untuk dilakukan kontak, begitu sudah ada jaminan maka langsung teken kontraknya, "ujar Dadang.

Baca: Kapten dan Striker PSPS Ini Bergabung dalam Tim yang Akan Hadapi Semen Padang

Dadang juga mengakui untuk tahun ini memang belum bisa difungsikan Mesjid Raya Provinsi tersebut karena pembangunannya sendiri hanya pembangunan dasar dan struktur.

" Untuk difungsikan belum tahun ini, pembangunan baru ditargetkan hanya struktur bangunan saja. Karena tidak mungkin juga terkejar dengan waktu yang tersedia ini, "jelas Dadang.

Baca: Mulai dari Login Hingga Cetak Kartu, Inilah Cara Pendaftaran CPNS 2018, Jangan Sampai Salah Ya

Sementara itu Kabid Gedung Dinas PUPR Riau Zulkifli Rachman mengatakan untuk tahun ini ditargetkan pembangunannya hanya untuk membangun turap dan struktur Mesjid saja, sedangkan fungsionalnya akan dilanjutkan lagi tahun berikutnya.

"Dilelang lagi tahun depan, karena bukan proyek multiyear, sekarang ini hanya pondasi dasarnya saja waktu pengerjaan lima bulan kedepan ini, "ujar Zulkifli Rachman kepada Tribun.

Baca: Anggota TRU Pekanbaru Raih Juara 3 di Event Pocari Sweat West Java Bandung Maraton

Sesuai aturannya diakui Zulkifli Rachman uang jaminan yang diberikan pihak kontraktor pemenang 5 persen dari nilai kontrak Rp53 Miliar, jika uang jaminan tidak ada maka Dinas PUPR tidak akan siapkan kontrak.

" Sekarang kontraktor sedang mengurus jaminan pelaksanaan dari Bank, harus ada jaminan 5 persen setelah itu baru dibuat kontrak, "ujar Zulkifli.

Pembangunan Mesjid Raya Provinsi ini sendiri tidak bisa sesuai harapan pembangunan fungsional tahun ini dan hanya bisa bangun struktur bangunan saja, karena dari segi anggaran juga hanya setengah dari anggaran yang semestinya.

Baca: Kejari Serahkan Uang Kerugian Negara Rp 300 Juta ke Pemkab Kepulauan Meranti

"Plafon dana dari Pemprov ada Rp53 Miliar, dengan anggaran itu belum bisa selesai, kalau mau selesai butuh anggaran Rp104 Miliar. Paling untuk awal ini pembangunannya hanya untuk Struktur dan turap, "ujarnya.

Saat ditanya apakah akan dilanjutkan pada APBD 2019 mendatang Zulkifli mengaku tidak bisa mengomentari itu lebih jauh, karena dirinya hanya berbicara tekhnis saja.(*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved