Apresiasi Kinerja BBPOM, Dewan Berharap Razia Kosmetik Ilegal Dilakukan Kontinu

DPRD pekanbaru mengharapkan BBPOM terus komitmen memberantas peredaran kosmetik ilegal di wilayah Riau. Sebab penjualan masih marak

Apresiasi Kinerja BBPOM, Dewan Berharap Razia Kosmetik Ilegal Dilakukan Kontinu
Tribunpekanbaru/ilhamyafiz
BBPOM Riau Sita Kosmetik Ilegal dan Berbahaya 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com,  Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Sukses menyita belasan ribu kemasan kosmetik palsu atau ilegal, dari berbagai merek, tidak justru membuat Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru, bangga.

Meski diapresiasi banyak pihak, namun dipastikan kosmetik ilegal tersebut, masih beredar di Kota Pekanbaru, bahkan hingga ke kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Baca: Gubernur Riau Rapat Pengendalian Karhutla di Jakarta Bersama Staf Kepresidenan

Apalagi sekarang penjualan sebagian kosmetik ini, sudah menggunakan sistem online.

Karena itu, masyarakat, terutama kaum hawa meminta, agar BBPOM kontinu melakukan razia dan sidak ke lapangan. Apalagi titik-titik penjualan kosmetik di kota ini, sudah diketahui secara umum.

Baca: Kesepakatan Kedua Belah Pihak, Konflik Tapal Batas Desa Siambul dan Desa Pejangki Tuntas

"Tentunya kita apresiasi. Karena tidak mudah menemukan peredaran barang ilegal ini. Namun dipastikan, kawanan penjual masih bebas bergentayangan. Itu artinya, pelaku masih punya jaringan, untuk menjual kembali kosmetik ilegal ini," tegas Anggota DPRD Pekanbaru Kudus Kurniawan SSi, Rabu (25/7/2018) kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: 54 Sekolah di Pulau Padang Ikuti Sosialisasi Desa Bebas Api, Sailal: Cegah Karhutla Harus Sejak Dini

Menurut Politisi Hanura tersebut, razia yang dilakukan BBPOM selama ini, terkesan hanya untuk sesaat saja. Sehingga para pelaku bebas untuk melaksanakan aksinya. "Itu tadi, jangan situasional. Karena pelaku ini sudah terstruktur," tambahnya.

Baca: HIPMI Riau Memiliki 1600 Pengusaha Pemula Binaan di 12 Kabupaten Kota

Lebih dari itu, BBPOM juga harus sering koordinasi dengan Bea Cukai dan Kepolisian, untuk mengantisipasi barang-barang kosmetik masuk dari luar negeri. Terutama dari jalur air, yang selama ini terkesan bebas masuk ke Kota Pekanbaru.

Makanya, persoalan masuknya barang ilegal ke Kota Bertuah ini, sudah bukan barang baru. Karena diduganya adanya permainan, makanya peredarannya bebas dan dijual ke masyarakat.

Baca: 54 Sekolah di Pulau Padang Ikuti Sosialisasi Desa Bebas Api, Sailal: Cegah Karhutla Harus Sejak Dini

"Kita yakin BBPOM sudah punya data distributor untuk barang ilegal ini. Termasuk kosmetik. Tinggal di cek saja secara bertahap, agar barang yang masuk benar-benar legal. Jika demikian, maka masyarakat akan tenang untuk membeli barang-barang di pasaran," tegasnya.

Baca: Kadis Mahyuddin: Pekanbaru Baru Menuju Kota Layak Anak, Ini Penjelasannya

Kepala BBPOM Pekanbaru M Kashuri, Senin (23/7/2018) kemarin mempublis penyitaan dan mengamankan 13.254 kemasan kosmetik berbagai merek. Barang tersebut diambil penindakan lantaran tak memiliki izin serta mengandung bahan berbahaya.

Hasil operasi pasar yang digelar secara inten sejak 25 Juni lalu hingga sekarang, dengan sasaran komoditi kosmetik. Kemasan kosmetik tersebut, dilakukan pada 39 tempat, mulai dari toko, salon kecantikan, klinik hingga rumah-rumah penjualan secata online.

Baca: Kadis Mahyuddin: Pekanbaru Baru Menuju Kota Layak Anak, Ini Penjelasannya

Jika diuangkan, ditaksir bernilai Rp 1,5 miliar. Kemasan kosmetik ini disita lantaran tanpa mengantongi izin edar. (Saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved