Pekanbaru

Kadis Mahyuddin: Pekanbaru Baru Menuju Kota Layak Anak, Ini Penjelasannya

"Jadi, penghargaan yang kita dapatkan ini baru tingkat madya. Belum KLA. Artinya, baru mau menuju ke arah itu (KLA). Makanya

Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Sejumlah warga Pekanbaru meramaikan kawasan car free day, Jalan Dipenogoro dengan berbagai aktifitas pada hari terakhir CFD menjelang masuknya bulan Ramadan, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Pekanbaru Mahyuddin, menampik pernyataan dari legislator dan Komnas Perlindungan Anak Riau, bahwa Kota Pekanbaru belum layak menjadi Kota Layak Anak.

Dijelaskannya kepada Tribunpekanbaru.com, penghargaan Kota Layak Anak tingkat Madya yang diterima oleh Kota Pekanbaru, baru mau menuju Kota Layak Anak.

 Sebab, ada beberapa jenjang untuk mendapat Kota Layak Anak. Di antaranya Pemula, Madya, Nindya, Utama dan KLA (Kota Layak Anak).

Baca: Kesbang Pol Rohul Gelar Forum Diskusi Deradikalisasi

"Jadi, penghargaan yang kita dapatkan ini baru tingkat madya. Belum KLA. Artinya, baru mau menuju ke arah itu (KLA). Makanya tujuan diberikan penghargaan ini, agar daerah-daerah memacu kota tersebut bisa masuk KLA," terangnya, Rabu (25/7/2018).

Di Indonesia sendiri, tambah Mahyuddin, belum ada kota yang meraih penghargaan KLA. Hanya dua kota yang meraih predikat Utama yakni Kota Surabaya dan Surakarta. Selebihnya kebanyakan madya, termasuk Kota Pekanbaru.

Baca: Suasana Haru Memberangkatkan Aditiya Paskibraka Nasional Asal Kampar

Mengenai terperhatikannya beberapa sektor seperti pendidikan, kesehatan dan bidang hukum, ditegaskan Mahyuddin bahwa Pemko Pekanbaru sudah melakukan hal tersebut, meski belum komprhensif. Namun program tersebut sudah dilakukan sejak jauh hari.

Seperti halnya kesehatan ada Jamkesda dan BPJS. Termasuk juga pendidikan. "Pemerintah ini perlu campur tangan semua pihak. Kota Layak Anak ini harus kita raih. Sektor-sektor yang memengaruhinya, harus kita penuhi. Mari kita bergandeng tangan," pintanya.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved