Gempa Sumbar

Pasca Gempa 5.4 SR, Bupati Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat

Penetapan status tanggap darurat yang berlangsung selama tujuh hari sejak ditetapkan pada Senin (23/7/2018) itu dilakukan, Pemerintah Kabupaten Solok

Pasca Gempa 5.4 SR, Bupati Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat
Tribun Padang
Bupati Kabupaten Solok Gusmal 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.com, PADANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Provinsi Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat pascagempa berkekuatan 5.4 SR, memporak porandakan 86 unit rumah di tiga kecamatan di kabupaten Solok pada Sabtu (21/7/2018) pukul 14.58 WIB kemarin.

Penetapan status tanggap darurat yang berlangsung selama tujuh hari sejak ditetapkan pada Senin (23/7/2018) itu dilakukan, Pemerintah Kabupaten Solok menganggap penanganan bencana pascagempa membutuhkan dukungan dari pusat seperti BNPB, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan.

Baca: Imbang Kontra PSPS, Semen Padang FC Masih Pemuncak Klasmen Liga 2 Wilayah Barat

"Penetapan status tanggap darurat itu dilakukan setelah kami menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait, termasuk BPBD Kabupaten Solok,” kata Bupati Kabupaten Solok, Gusmal, kepada wartawan di Padang, Rabu (25/7/2018) siang.

Pemkab Solok, lanjut Gusmal, perlu menetapkan status tanggap darurat, karena dari asessment yang dilakukan, diketahui dampaknya cukup parah dan Pemkab Solok sendiri, membutuhkan bantuan penangganan dari pusat, maupun dari pihak lain, sehingga Pemkab Solok bisa melegalisir dan mengakomodasi berbagai kemungkinan yang akan datang dari berbagai daerah.

Sebuah rumah rusak akibat guncang gempa yang terjadi di Kabupaten Solok, Sabtu (21/7/2018).
Sebuah rumah rusak akibat guncang gempa yang terjadi di Kabupaten Solok, Sabtu (21/7/2018). (Foto/Riki Suardi)

"Saya bersama sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Solok sudah meninjau korban terdampak gempa, termasuk rumah-rumah warga yang porak poranda di tiga kecamatan di Kabupaten Solok. Sekarang kami sudah tetapkan status tanggap darurat, dan status ini akan saya bawa ke Pusat agar penanggulangan bencana di daerah saya cepat diatasi,” ujarnya.

Baca: Semen Padang Group Serahkan Beasiswa kepada 2.154 Pelajar dan Mahasiswa

Terkait kondisi korban terdampak gempa, Gusmal pun menyebut bahwa pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban. Logistik tersebut berupa tikar, tenda dan sembako. Ia berharap agar para korban sabar dan mengambil hikmah dari bencana alam yang menimpa Kabupaten Solok.

“Ada tiga kecamatan yang terdampak, yaitu Gunung Talang, Danau Kembar dan Lembah Gumanti. Paling parah, adalah Danau kembar. Di sana, ada 37 unit rumah rusak. 10 di antaranya rusak berat. Sedangkan isanya rusak sedang dan ringan,” bebernya.

Baca: 85 Rumah Rusak Akibat Gempa Solok, Gubernur: Ini Resiko Sendiri, Jauh Hari Sudah Diingatkan

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat kunjungannya ke lokasi bencana gempa sempat menegaskan bahwa Pekmab Solok, tidak akan menetapkan status tanggap darurat, karena bencana gempa yang melanda pemukiman warga yang berada di lereng Gunung Talang itu bisa dilakukan melalui bantuan dari Baznas Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Solok diguncang gempa berkekuatan 5.4 SR. Gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang berpusat di Lintang 0.97 LS, 100.70 BT pada kedalaman 10 kilometer itu menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 1 luka berat dan 6 orang luka ringan tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh diguncang gempa. Sedangkan insrastruktur berupa rumah warga yang rusak, terdiri dari 19 rumah rusak berat, 4 rusak sedang, dan 63 rusak ringan.(*)

Tags
Gempa
solok
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved