Tim Dosen UPP Lakukan Instalasi Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih

Tim Dosen Universitas Pasir Pengaraian lakukan instalasi Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Layak Konsumsi di desa Kasang Padang.

Tim Dosen UPP Lakukan Instalasi Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih
Istimewa
Tim Dosen Universitas Pasir Pengaraian berfoto bersama masyarakat Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, Riau yang menerima Instalasi Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Layak Konsumsi. 

Laporan: Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim Dosen Universitas Pasir Pengaraian melakukan instalasi Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Layak Konsumsi di desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Desa ini terletak di daerah dataran rendah dan berawa, 80% dari luas daerahnya merupakan lahan gambut.

Sehingga air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adalah air gambut yang di ambil dari dalam tanah dengan sistem sumur bor.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dari universitas pasir pengaraian (UPP) Bekerjasama dengan Kemenristekdikti melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2018.

Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan setelah sebelumnya pada tahun 2016 di desa Titian Gading Kecamatan Bonai Darussalam.

Baca: IDCA Riau Sukses Taja Malam Seni Budaya

Tokoh masyarakat Desa Kasang Padang yang diwakili oleh Rustam menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim dosen dari UPP karena telah membantu menyediakan air bersih yang layak konsumsi untuk masyarakat.

"Sebenarnya sistem penyediaan air bersih di desa Kasang Padang telah dibangun oleh pemerintah sejak tahun 2015, akan tetapi karena air yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diharapkan masyarakat karena masih terdapat endapan dan berbau karat, oleh karena itu fasilitas tersebut hanya beroperasi beberapa bulan dan selanjutnya tidak digunakan oleh masyarakat. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 rupiah setiap harinya. Bagi masyarakat yang tidak mampu membeli air bersih selama ini hanya dengan mengandalkan air hujan. Namun permasalahan lain timbul disaat musim kemarau tiba, ketika ketersediaan air hujan habis dan musim kemarau masih panjang. Jika sudah seperti ini, mereka tetap mengandalkan air gambut untuk memenuhi kebutuhan airnya mulai dari mandi, mencuci, masak, bahkan untuk air minum,"paparnya.

Ketua tim, Yeza Febriani, M.Sc menyampaikan, desa Kasang Padang dipilih karena masyarakat yang tinggal di sana sangat membutuhkan air bersih yang layak.

"Seperti kita ketahui, air gambut memiliki karakteristik berwarna merah kecoklatan, terasa asam pekat, dan mengandung banyak partikel kecil dari pelapukan daun dan kayu-kayuan ataunsedimentasi. Air ini sesungguhnya tidak layak untuk dikonsumsi, sehingga perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi, dikarenakan tidak memenuhi persyaratan standar kualitas air bersih layak konsumsi. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut tim pengabdian UPP menerapkan Teknologi Tepat Guna Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Layak Konsumsi. Melalui hasil kegiatan ini, selanjutnya masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk air bersih, sehingga uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya,"ungkapnya.

Tim Teknik,  Arif Rahman Saleh, MT dan Aprizal, MT menjelaskan, sistem pengolahan tersebut mampu menghasilkan air bersih sebesar 50 liter per menit atau 3000 liter per jam.

Sistem bekerja menggunakan beberapa tahapan yaitu, air baku dari sumur bor terlebih dahulu ditampung didalam bak 500 liter untuk diendapkan selama 15 menit.

Selanjutnya dilakukan proses serasi selama 20 menit untuk melarutkan kandungan Fe dan deposit yang lain kedalam oksigen.

Baca: Kesal Dilerai Saat Bertengkar Sama Pacar, Pria Ini Ajak Kawan Penyerangan di Warnet Pakai Sangkur

Terakhir dilanjutkan dengan proses filtrasi menggunakan media pasir silika, zeolite dan karbon aktif.

"Sistem ini didesain berdasarkan hasil pengujian air baku yang sebelumnya telah diuji oleh anggota tim Eti Meirina Brahmana, M.Sc. Kedepan, tim pengabdian UPP akan bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hulu untuk menginventarisir daerah mana saja yang mengalami kesulitan akses akhir bersih, untuk selanjutnya dilakukan kegiatan yang sama. Melalui kerjasama tersebut, harapannya diwaktu yang akan datang semakin banyak masyarakat yang mendapatkan air bersih yang layak konsumsi," tutur Arif. (*)

Penulis:
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved