Pekanbaru Job Expo 2018

Pekanbaru Job Expo 2018 Berakhir, Perusahaan Diminta Laporkan Tenaga Kerja Terserap

Disnaker Kota Pekanbaru meminta perusahaan peserta job expo untuk melaporkan proses rekrutmen hingga jumlah tenaga kerja yang terserap.

TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Para pencari kerja tengah memadati Pekanbaru Job Expo 2018 di Hotel Mutiara Merdeka, Selasa (24/7/2018). Job Expo tersebut digelar hingga Kamis (26/7/2018) dan menyediakan 1.881 lowongan kerja dari 70 perusahaan. Agar lowongan kerja yang diminati bisa langsung dilamar, pencari kerja perlu mempersiapkan diri sebelm datang ke ajang Job Expo Pekanbaru. Termasuk sejumlah berkas yang menjadi persyaratan penting saat melamar kerja. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Teddy Tarigan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasca berakhirnya bursa tenaga kerja Job Expo Pekanbaru pada Kamis (26/7/2018), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru meminta perusahaan peserta job expo untuk melaporkan proses rekrutmen hingga jumlah tenaga kerja yang terserap.

Perusahaan diberi waktu hingga Agustus untuk pelaporan dimaksud, mulai dari interview hingga naker diterima di perusahaan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kadisnaker Kota Pekanbaru, Johnny Sarikoen didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Penta, Abdul Rahim, pada Jum'at (27/7/2018).

Baca: The Scared Riana Bikin Juri Americas Got Talent 2018 Ketakutan Lagi, Lakukan Hal Ini pada Mel B

Laporan dari perusahaan tersebut penting, karena dari data ini menurut Abdul Rahim akan mudah mengetahui sebarapa banyak penyerapan tenaga kerja pada job expo.

“Ya waktunya sekitar sebulan paling lambat. Perusahaan wajib melaporkan ke Disnaker,” ujar Abdul. 

Baca: Hati-hati Saat Bersihkan Udang, Wanita Ini Alami Infeksi dan Meninggal Gara-gara Jari Tergores

Disiggung mengenai jumlah pengangguran di Pekanbaru, Abdul Rahim mengatakan,  tahun 2017 lalu, angka pengangguran di Pekanbaru mencapai 25 ribu orang.

Diperkirakan tahun 2018 ini angka itu terus bertambah.

“Angka pengangguran sampai 2017 lalu sebanyak 25 ribu orang. Angkanya berada sedikit lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran Provinsi Riau,” ungkap Abdul Rahim.(*)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved