Komplain Hasil Audit BPK, Rekanan Sebut Temuan Dilapangan Terlalu Dipaksakan

Kontraktor komplain terkait hasil Audit BPK RI atas temuan di lapangan. Hasil audit tersebut menurut Kontraktor terkesan dipaksakan

Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan hasil pemeriksaan keuangan Pemerintah Provinsi Riau mendapat komplain dari pihak kontraktor.

Pasalnya sejumlah kontraktor melihat hasil temuan tersebut seperti dipaksakan.

Baca: Ada 3 Titik Api di Kecamatan Batang Peranap, KPBD Inhu Langsung Perintahkan Personel Cek Lokasi

"Ada yang harus dikembalikan seluruh keuntungan dari proyek yang kami jalankan, tentu kami keberatan karena kami juga butuh untuk menggaji karyawan dan lainnya, "ujar seorang perwakilan kontraktor satu proyek di Pemprov Riau yang menjadi temuan BPK meminta nama dan perusahaannya tidak disebutkan saat bercerita dengan Tribun.

Padahal menurut Dia prosedur dan pelaksanaan sudah dijalani dengan sesuai aturan, adapun kelebihan bayar yang masuk akal menurut pihak kontraktor hanya sedikit bahkan tidak mencapai ratusan juta.

Baca: Terpaksa Hubungan Jarak Jauh, Cari Pasangan yang Berasal dari 5 Zodiak Ini, Hebat dan Awet

"Disebut kami melanggar aturan dalam lelang dan segala macam, kami kan diawasi dalam bekerja dan Riau ini juga kan diawasi KPK, mana ada yang berani bermain, "ujar kontraktor tersebut kecewa.

Menurut pihak kontraktor yang komplain ini tim audit BPK yang turun dalam melakukan uji petik tidak sesuai dengan kondisi di lapangan sebenarnya, sehingga menurut mereka harus diluruskan.

Baca: Amerika dan Iran Memanas, Jika Perang Siapa yang Unggul? Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

" Kami sudah sampaikan surat keberatan ke Inspektorat Riau dan bahkan ada beberapa kawan yang mengajukan banding juga ke BPK pusat, karena kami dirugikan, "ujarnya.

Sebagaimana diketahui sejumlah proyek Pemprov Riau menjadi temuan BPK karena dianggap ada permainan dalam lelang seperti proyek pembangunan Rekam Medis RSUD Arifin Achmad, pengadaan server jaringan di Dinas Kominfo, pengerjaan Drainase Jalan Soekarno Hatta pada APBD Riau 2016.

Baca: FOTO: 54 Pembalap Ikuti Honda Dream Cup

Kemudian pada APBD Riau 2017 hasil audit BPK juga masih ada temuan yang angkanya besar dan belum juga ditindaklanjuti pihak OPD dan Kontraktor.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved