Breaking News:

Penyidik Periksa Tenaga Ahli dalam Penyidikan Dugaan Tipikor di Diskominfo Riau

Dua tenaga ahli, dimintai keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan Tipikor pengadaan perangkat di Diskominfotik Riau.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ariestia
metrocrime.org
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua orang tenaga ahli dari PT Blue Power Technologi Software Company In South, dimintai keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyimpangan pengadaan komputer, dan server, alat-alat studio, komunikasi dan Implementation IOC Provinsi Riau pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau tahun anggaran 2016 oleh Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Perusahaan itu merupakan perusahaan pendukung dalam kegiatan ini. Keduanya dimintai keterangan terkait pelaksanaan kegiatan dj SKPD Kominfotik Riau kala itu.

Baca: 6 Atlet Riau Akan Ikuti TC Penuh di Korea Jelang Bertanding di Asian Games

Baca: Heboh Biaya Persalinan, Katarak dan Fisioterapi Tak Lagi Dijamin BPJS Kesehatan, Ini Faktanya

Keduanya, adalah Raly Syadanas dan Filindo Iskandar.

"Saat ini sedang diperiksa (Penyidik) sebagai saksi dalam rangka penyidikan," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Selasa (31/07/2018).

Dalam perkara ini, penyidik masih melakukan penyidikan umum, dan belum menetapkan tersangka. Keterangan saksi-saksi masih dikumpulkan oleh penyidik guna kepentingan penyidikan dan pemenuhan barang bukti.

"Saksi-saksi sudah diperiksa sebelas orang, prosesnya masih penyidikan, dan belum ada tersangka," tandasnya.

Sebelumnya Penyidik telah memeriksa ‎Kepala Diskominfotik Provinsi Riau, Yogi Getri, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Edi Yusra, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Dedi Hasparizal.

Baca: Skuad PSPS Sudah Mulai Latihan Senin Lalu

Baca: 46 Warga Terjaring Razia KTP di Depan Purna MTQ, Segini Besaran Saksi Dendanya

Selain itu, beberapa orang dari Kelompok Kerja (Pokja) juga sudah dimintai keterangannya oleh Penyidik.

Dalam perkara ini, bahkan Diskominfo diketahii telah mengembalikan uang senilai Rp 500 Juta kepada kas negara. Kegiatan i i sebenarnya dikerjakan oleh pihak rekanan, PT SMRT.

Alokasi pengerjaan legiatan berasal dari APBD Riau tahun anggaran 2016 sebesar Rp 8,24 miliar. Dari pemeriksaan BPK RI, ditemukan adanya kelebihan bayar sebesar Rp 3,1 miliar.‎ (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved