Andi Harapkan Pertamina Lebih Peduli Dengan Riau

Gubernur Riau Arsyadjuliandi mengatakan sebagai daerah penghasil Sumber Daya Alam terutama Migas Provinsi Riau sangat berharap

Andi Harapkan Pertamina Lebih Peduli Dengan Riau
net
ilustrasi ladang minyak bumi 

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi mengatakan sebagai daerah penghasil Sumber Daya Alam terutama Migas Provinsi Riau sangat berharap kepada PT Pertamina sebagai pengelola baru Blok Rokan untuk lebih peduli nantinya dengan lingkungan sekitar di Riau.

"Terhadap pertamina ada positifnya dalam pengembangan masyarakat dan peduli terhadap masyarakat disekitar lokasi baik itu CSR maupun lainnya yang dimiliki BUMN tersebut, "ujar Andi Rachman sapaan akrabnya Gubernur

Meskipun sesuai peraturan yang baru akan Daerah penghasil akan mendapatkan Participating Interes (PI) sebesar 10 persen dari pengelolaan tersebut namun kepedulian daerah sekitar menurut Gubernur sangat penting, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Baca: AFF Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Hinaan Suporter ke Timnas U-16 Malaysia

Baca: Bupati Inhil Minta Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Kontroversi Vaksin MR

"Kita daerah sudah ada 10 persen participating interes sesuai aturan. Kita tunggu arahan selanjutnya karena Chevron kan baru selesai 2021, "jelas Andi Rachman.

Dalam Penetapan PT Pertamina sebagai pengelola blok Rokan ini sendiri menurut Gubernur keputusan ada pada pusat dan sedikit pun tidak ada dengan daerah.

"Tentu kita mengikuti arahan dari pusat Peralihan ini kita harapkan berjalan dengan mulus. Tentu sebagai perusahaan negara Pertamina lebih tahu terkait PI 10 persen, "ujarnya.

Baca: Misteri di Balik Penulisan Angka 4 Pada Jam Gadang Bukittinggi, Ini Asal Usulnya

Makanya lanjut Andi Rachman Pemprov akan mendorong BUMD yang disiapkan untuk terlibat dalam PI 10 persen tersebut. Karena daerah tidak perlu mengeluarkan modal untuk ikut dalam PI 10 persen tersebut.

"Sekarang BUMD kita yang dibahas blok Kampar dan blok Siak, nanti kita siapkan juga untuk blok Rokan. Ini bedanya kontrak sekarang, daerah tidak perlu pakai modal, "ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Pemerintah menetapkan Pertamina sebagai operator untuk pengelolaan selanjutnya blok Rokan yang merupakan sumur minyak dengan produksi terbesar di Indonesia. Setelah Chevron habis kontrak pada 2021 mendatang.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved