Buronan Kredit Fiktif BRI Agro Ditangkap di Sumut

Buronan kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank BRI Agro cabang Pekanbaru senilai Rp 5 Miliar berhasil diamankan tim gabungan

tcooklaw.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Buronan kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank BRI Agro cabang Pekanbaru senilai Rp 5 Miliar berhasil diamankan tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Rabu (1/8/2018) malam.

Buronan tersebut, Syahtono Hidayat sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

"Yang bersangkutan di sebuah rumah di Komplek Perumahan Johor Indah Permai II No. 54 Medan," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan kepada Tribun, Kamis (2/8/2018) pagi.

Baca: Keluarga WCC Riau Touring ke Puncak Kompe dan Danau Hijau

Perkara ini sedang diproses penyidikan oleh Kejari Pekanbaru. Dalam perkara yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp 5 Miliar tersebut terdapat dua orang tersangka.

Seorang tersangka lainnya merupakan mantan pegawai perkebunan yang meninggal dalam proses penyidikan, sehingga perkara terhadapnya gugur demi hukum

"Jadi dia melarikan diri dalam tahap penyidikan oleh Kejari Pekanbaru," lanjut Muspidauan.

Sementara itu, total kredit yang diberikan dalam perkara ini senilai Rp 4.050.000.000 terhadap 18 debitur. Jumlahnya untuk masing-masing debitur tersebut bervariasi yaitu Rp 150 juta dan Rp 300 juta.

Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Baca: Polisi Ungkap Motif Pelaku Penganiayaan Ibu Lurah yang Selamat Setelah Pura-pura Mati

Sejak tahun 2015, terhadap kredit tersebut dikategorikan sebagai kredit bermasalah (non performing loan) sebesar Rp 3.827.000.000 belum termasuk bunga dan denda.

Diduga terdapat rekayasa dalam pemberian kredit karena penagihan terhadap debitur tidak dapat dilakukan karena mereka tidak pernah menikmati fasilitas kredit yang diberikan.

Agunan kebun kelapa sawit seluas 54 hektar alas hak berupa SKT/SKGR tidak dikuasai oleh BRI Agro dan tidak dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) karena termasuk dalam areal pelepasan kawasan 3 perusahaan serta termasuk dalam kawasan kehutanan.

Diketahui saat itu, pihak bank memberikan kredit dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), kepada 18 debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, dengan total luas lahan kelapa sawit seluas 54 hektar sebagai agunan. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved