Dewan Minta Dilakukan Pendataan Aset Jelang Perpindahan Kontrak dari CPI ke Pertamina

"Aset harus didata ulang, aset yang akan diserahkan ke Pertamina. Kita minta dengan tegas, agar pemusnahan aset yang

Dewan Minta Dilakukan Pendataan Aset Jelang Perpindahan Kontrak dari CPI ke Pertamina
Tribun Pekanbaru
pompa minyak 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU -- Terkait perpindahan kontrak dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke pihak Pertamina untuk pengelolaan Blok Rokan, pihak DPRD Riau meminta agar dilakukan pendataan ulang aset yang ada.

Wakil Ketua komisi I DPRD Riau, Taufik Arrakhman mengatakan, aset yang dibangun agar jangan sampai dimusnahkan, karena hal tersebut bisa dimanfaatkan nantinya.

"Aset harus didata ulang, aset yang akan diserahkan ke Pertamina. Kita minta dengan tegas, agar pemusnahan aset yang ada saat ini dihentikan, seperti contoh rumah-rumah yang ada di camp Duri, Minas, Rumbai dan lainnya," ujarnya.

Baca: Jelang Idul Adha 2018-1439 H - Bolehkah Berkurban dengan Hewan Selain Unta, Sapi, dan Kambing?

Dikatakannya, selama ini bangunan itu dibangun dan dipelihara, serta dirawat dari dana cost recovery, dan dimusnahkan dari dana yg sama.

"Aset tersebut sangat banyak manfaatnya kedepan bagi daerah, kenapa harus dihancurkan dengan dana cost recovery. Kami melihat adanya kesalahan prosedur yang dilakukan Chevron, dimana menurut informasi yang didapatkan, kamp-kamp itu sebenarnya tidak termasuk kedalam Blok Rokan, tapi ke dalam Blok CPP. Berarti ada pelanggaran yang dilakukan," paparnya.

Nantinya jika ada pelanggaran yang ditemukan, menurutnya pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari perusahaan karena merupakan aset negara.

Baca: Jadwal Piala AFF U-16 Grup B, Malaysia vs Brunei Darussalam Kick Off 18.30 WIB

"Kami dari DPRD Riau coba mendalami hal ini. Kalau ditemukan pelanggaran kami akan minta pertanggungjawaban dari perusahaan, karena aset ini milik bangsa yg sangat dibutuhkan oleh kita," ujarnya.

Selain itu, Taufik melihat, keputusan perpindahan kontrak yang bakan dilanjutkan Pertamina tersebut tentu sudah ditindak lanjuti dengan memikirkan nasib ribuan karyawan lokal, yang mana harusnya langsung diterima oleh Pertamina.

Baca: Kebocoran Limbah PT KAS, DLH Inhu Tunggu Hasil Uji Sampel Sungai Mentihau

"Karyawan tersebut merupakan pekerja profesional yang sudah terbukti kinerjanya. Kalau mengulang baru lagi perekrutan, tentu ini akan meraba lagi, selain itu, tenaga kerja yang ada tidak mendapatkan pekerjaan," ulasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Riau lainnya, Asri Auzar merasa komentar pihak Pertamina sebelumnya yang menyatakan eggan melibatkan masyarakat Riau dalam pengelolaan Blok Rokan nantinya, karena tidak ada diatur dalam peraturan tentang hal itu, dinilainya terlalu arogan.

"Pertamina jangan sombonglah. Blok Rokan ini milik Riau, bukan milik Pertamina. Blok Rokan ini merupakan ladang minyak yang dimiliki Riau, jangan sampai masyarakat Riau tersinggung dengan ucapan seperti itu. Yang dituntut masyarakat Riau adalah haknya untuk membangun daerah. Kalau Pertamina bertindak arogan seperti itu, dan tidak mau duduk satu meja, lihat saja, ada langkah lain yang akan kita ambil," ujar Asri.

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved