Padang Pariaman

Banjir dan Longsor Landa Padang Pariaman, Jalur Alternatif ke Agam Putus

Jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam putus.

Istimewa
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, sejak Sabtu (4/8/2018) malam hingga Minggu dinihari, menyebabkan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam putus. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, sejak Sabtu (4/8/2018) malam hingga Minggu dinihari, menyebabkan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam putus.

Bahkan, jalan yang berada di Korong Lampanjang, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau itu tak dapat dilalui kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat, karena material longsor berupa batu, batang pohon dan tanah, menimbun badan jalan.

Baca: Saat Berpidato Drone Meledak, Presiden Maduro Selamat, Tapi 7 Tentara Terluka

Selain menutup badan jalan, longsor yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu juga menumbangkan satu tiang listrik, sehingga arus listrik di kawasan Sungai Limau pun padam hingga Minggu siang.

Saat ini, petugas BPBD daerah setempat masih membersihkan badan jalan dari material longsor dengan dibantu oleh satu unit alat berat yang diturunkan Dinas Pekerjaan Umum daerah setempat.

"Petugas BPBD Padang Pariaman bersama masyarakat hingga siang ini masih membersihkan material jalan dari tumpukan longsor," kata Operator Pusdalops BPBD Padang Pariaman, Andri Liska Putra, saat dihubungi tribunpadang.com via handphone dari Padang, Minggu (5/8/2018) siang.

Baca: Cuaca di Wilayah Riau Hari Ini Umumnya Cerah Berawan, Hotspot Terpantau Empat Titik

Selain longsor, Andri pun menyebut bahwa hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu malam itu juga menyebabkan Batang Sungai Limau meluap. Bahkan luapan air yang mencapai hampir 1 meter itu juga melanda sejumlah rumah warga dan pasar tradisional Sungai Limau, sehingga aktivitas jual beli di pasar pun terganggu.

"Sekarang ini air sudah surut, tapi tadi dinihari hingga pukul 10.00 WIB aktivitas pasar terganggu sejak pukul 07.00 sampai pukul 09.00 WIB, karena luapan air masuk ke toko-toko dan lapak-lapak pedagang," tutup Andri. (*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved