Pekanbaru

Target Pembangunan Fisik Tak Tercapai Tahun Ini, DPRD Minta Disperindag Tegas Soal Pasar Induk

DPRD Pekanbaru menyayangkan, PT ARB selaku kontraktor pengerjaan Pembangunan Pasar Induk tidak sanggup menyelesaikan pembangunan fisik tahun ini

Target Pembangunan Fisik Tak Tercapai Tahun Ini, DPRD Minta Disperindag Tegas Soal Pasar Induk
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com,  Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kalangan DPRD Pekanbaru menyayangkan, target PT Agung Rafa Bonai (ARB), selaku kontraktor pengerjaan Pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta, yang tidak sanggup menyelesaikan pembangunan fisik tahun ini.

Baca: Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Pelalawan di Batam, Ini Pesan Bupati Harris

Padahal pihaknya sejak awalnya, sudah berkali-kali mengingatkan, agar pasar tersebut harus selesai tahun 2018 ini.

Jangan ada alasan, apalagi masalah waktu yang sudah pernah dijadikan persoalan. Karena sudah ada sinyal ketidaksanggupan dari PT ARB, Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah meminta, agar Disperindag bersikap tegas.

Baca: Rossi Punya Catatan Bagus saat Kualifikasi, Ini Prediksi Balapan MotoGP Ceko 2018, Live Trans7

Disperindag selaku leading sektor, harus bersikap bijak, seiring keberadaan Pasar Induk sudah sangat dibutuh. "Harus dianalisa dan diselidiki betul. Apa sebenarnya persoalan yang dihadapi kontraktor, sehingga tak sanggup menyelesaikan sesuai target," kata Fathullah kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (5/8/2018).

Baca: Tasya Kamila dan Randi Bachtiar Menikah. Ini yang Disampaikannya Sambil Berurai Air Mata

Fathullah menginginkan PT ARB jujur dengan kondisi yang dialaminya. Apakah memang tidak bisa mencapai target karena masalah waktu, atau kurang modal untuk pembangunannya. Tujuannya, agar masalah ini clear.

Sebab, alasan awal pembangunan pasar ini terus disebutkan masalah waktu. Padahal, meski sempat bermasalah mengenai perizinan, namun di akhir tahun 2017, pengerjaan sudah bisa dilakukan.

Baca: Banjir dan Longsor Landa Padang Pariaman, Jalur Alternatif ke Agam Putus

"Waktu PT ARB kita hearing, mereka mengaku memang banyak kendala. Satu di antaranya masalah perizinan. Makanya PT ARB menyebutkan, hanya mereka lah yang sanggup mengerjakan Pasar Induk tersebut. Sengkarut ini harus dipertanggung jawabkan," tegasnya.

Seperti diketahui, pekerjaan pembangunan Pasar Induk dengan PT ARB selaku pemenang pekerjaan, dikontrak pembangunannya selama 2 tahun (2017-2018). Namun karena kendala administrasi, PT ARB baru bisa mengerjakannya akhir tahun 2017.

Baca: FOTO: Gajah dari PLG Tarik Perhatian Warga di Kawasan HBKB Pekanbaru

Pemko mengharapkan agar PT ARB bisa menyelesaikan hingga Desember tahun 2018.

Namun tidak bisa direalisasikan PT ARB. Buktinya, hingga kini pengerjaannya baru di angka 27 persen.

Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengaku, tentang permintaan pihak ketiga, yang meminta tambahan waktu untuk membangun fisik. Menurutnya, pihak ketiga terkendala administrasi saat awal tandatangan kontrak kerjasama.

Baca: FOTO: Komunitas Pondok Belantara Pekanbaru

Karena permasalahan itulah pihak ketiga meminta agar deadline atau batas penyelesaian proyek senilai Rp 94 miliar ini diundur hingga tahun 2019. Sementara, perjanjian dengan pihak ketiga, pembangunan seharusnya selesai Oktober 2018.

Meski begitu, Ingot sebut pihaknya tidak bisa langsung menjawab permintaan pihak ketiga. Pihaknya akan mengkaji apakah permohonan pihak ketiga bisa diakomodir. (Saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved