Pilpres 2019

Al Azhar : Kita Hormati Pilihan Ustaz Abdul Somad di Jalan Dakwah

Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Al Azhar sependapat dengan sikap Ustadz Abdul Somad yang ingin tetap istiqomah

Al Azhar : Kita Hormati Pilihan Ustaz Abdul Somad di Jalan Dakwah
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Proses pemberian gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara kepada Ustadz Abdul Somad digelar di Balairung Tenas Effendi, Balai Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Pekanbaru, Selasa (20/2/2018). Acara pemberian gelar tersebut berlangsung lancar dan dihadiri ribuan masyarakat dan tokoh penting melayu yang datang dari berbagai wilayah melayu di Riau. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyak kalangan menginginkan Datuk Seri Ulama Setia Negara Ustaz Abdul Somad untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden sebagaimana rekomendasi para ulama.

Namun keinginan itu dijawab Ustaz Abdul Somad dengan cara menolak dan tetap ingin mengabdikan diri pada pendidikan dan dakwah.

Bahkan di Riau sendiri sebagai kampung halaman Ustadz alumni Al Azhar Mesir ini juga banyak dorongan agar maju dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Namun Budayawan Riau yang juga Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Al Azhar sependapat dengan sikap Ustadz Abdul Somad yang ingin tetap istiqomah menjadi penceramah bagi umat.

"Senin kemarin Datuk Seri Ulama Setia Negara UAS tabligh akbar di Pulau Penyengat Kepri, saya hadir. Dalam tausiyahnya, UAS menekankan tiga penguatan, yaitu ekonomi, politik (kekuasaan), dan pendidikan ummat. Ketika mengklaborasi pentingnya kekuasaan bagi kejayaan ummat dan Islam, Datuk Seri Ulama Setia Negara UAS menegaskan bahwa beliau istiqomah menjadi ustadz sampai mati,"ujar Al Azhar bercerita.

Baca: Link Live Streaming TV One - Ustaz Abdul Somad akan Jawab Soal Cawapres Malam Ini 

Baca: Beredar Ustaz Abdul Somad Bersedia Jadi Cawapres, Akun Instagram UAS Tulis Hoax di Unggahan Ini

Baca: Sempat Ditolak Ceramah di Semarang, Ustadz Abdul Somad Merasa Disambut Seperti Cawapres

Baca: Ustad Abdul Somad Akan Berikan Tausiyah di Meranti Tanggal 12 Agustus 2018 Nanti

Dengan ekspresi yang meyakinkan saat itu lanjut Al Azhar, Ustadz Abdul Somad menyatakan sikapnya dengan ungkapan Melayu, "manusia dipegang cakapnya, binatang dipegang talinya," yang kemudian dikuncinya dengan kalimat, "Kalau ada orang yang tak bisa dipegang cakapnya, maka ikatlah dia dengan tali".

"Setelah mendengar langsung pernyataannya itu didepan ribuan orang, saya berkesimpulan beliau tidak sedang 'main kata' atau berbasa-basi. Oleh karena itu, mari kita hormati pilihan beliau untuk tetap berjuang di jalan dakwah,"ujar Al Azhar.

Sementara harapan banyak orang, baik yang tulus ikhlas maupun yang berpamrih, lanjut Al Azhar agar UAS menerima tawaran dan permintaan untuk memperbaiki bangsa ini melalui jalur kekuasaan, sah-sah saja.

"Namun, harapan tersebut hendaknya jangan berkembang menjadi bentuk-bentuk desakan, apalagi paksaan, "jelasnya.

Bagi Al Azhar pribadi, wilayah perjuangan yang sudah dipilih Datuk Seri Ulama Setia Negara UAS ini menohok persoalan mendasar bangsa ini, yaitu perbaikan watak ummat dan bangsa yang selama ini gagal diperbaiki oleh rezim kekuasaan yang silih berganti.

"Maka, Saya lebih memilih untuk berdiri di sisi Datuk Seri Ulama Setia Negara Ustadz Abdul Somad dan melakukan apa juga yang dapat menyokong pilihannya (Pilpres), "ujar Al Azhar.

Karena lanjut Al Azhar saat pemberian gelar kehormatan dari LAM beberapa waktu lalu Ustadz Abdul Somad juga sudah menegaskan istiqomah.

" Kita ingin UAS tetap menjadi penerangan bagi umat dan tentunya bisa sebagai spirit juga dalam pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih baik, "ujarnya. (*) 

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved