Pekanbaru

BPK Temukan 25 Paket Semenisasi Jalan di Pekanbaru yang Curang, Begini Modusnya

BPK RI Perwakilan Riau menemukan kekurangan bayar atas belanja modal di dua OPD di Pemko Pekanbaru. Kekurangan tersebut mencapai 384 juta

.
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Riau menemukan kekurangan bayar atas belanja modal di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 kekurangan bayar tersebut bahkan mencapai Rp 384 juta.

Baca: Pemko Pekanbaru Imbau Masyarakat Semarakkan HUT RI ke 73, Pasang Bendera dan Umbul-Umbul

Temuan kekurangan bayar ratusan juta tersebut tercatat di dua dinas. Yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan Permukiman (Perkim).

Temuan di Dinas Perkim terjadi pada 12 proyek pekerjan semeniasi jalan lingkungan di kawasan perumahan masyarakat. 12 paket proyek semenisasi jalan lingkungan tersebut sudah selesai dilaksanakan dan sudah diserahkan oleh pelaksana ke Dinas Perkim. Seluruh pekerjaan tersebut sudah lunas dibayarkan sesuai dengan SP2D.

Baca: Anggota GMC Ngamen di CFD untuk Kumpulkan Dana Agar Bisa ikut Lomba Tingkat Nasional

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK, ternyata ditemukan adanya kekurangan volume beton campuran mutu K-225 pada 12 paket pekerjaan senilai Rp 298 juta. Proyek pekerjaan semeninasi jalan tersebut tersebar di beberapa kecamatan.

Diantaranya, Jalan Bina Krida Tampan, Jalan Uka Tampan, Jalan Ambilu Indah Payung Sekaki, Jalan Perum Duta Insani Tenayan Raya, Jalan Usaha Maju Sail, Jalan Cinta Damai Tenayan Raya, Jalan RT 6 RW 13 Bukit Raya, Jalan Utama Rumbai, Jalan Patria Sari Rumbai, Jalan Min RT 4 RW 1 Rumbai, Gang Masjid Palas Rumbai, Jalan Gereja Rumbai.

Baca: VIDEO: Suasana Pemberangkatan 23 Kloter 18 JCH Pelalawan dari Batam

Temuan serupa juga terjadi di Dinas PU, yakni pada kegiatan pembangunan jalan kecamatan, berupa pelebaran beton yang juga ditemukan adanya kekurangan volume. Dari 18 paket pekerjaan pembangunan pelebaran jalan beton, BPK menemukan ada 13 paket pekerjaan yang kekurangan volume senilai Rp 85 juta.

Baca: Meski Kalah dari DKI Jakarta, Pelatih Apresiasi Perjuangan Tim Voli Putri PPLP Dispora Riau

Yakni pelebaran beton Jalan Sekuntum Raya, Bandes, Laos, Kapau Sari IX, Sepakat, Kartika Sari, Abadi, Bahagia, Air Dingin, Rawa Bening, Kaswari, Amarta, dan Jalan Gajah Mungkur.

Atas temuan ini, PPK dan PPTK diminta untuk bertanggungjawab atas kelebihan pembayaran dan menyetorkannya ke kas daerah. BPK merekomendasikan kepada Walikota Pekanbaru agar memberikan saksi kepada PPK dan pengawas lapangan di Dinas Perkim dan Dinas PU yang membuat perhitungan volume untuk pembayaran prestasi pekerjaan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Baca: Ditekuk Persiraja 5 0 Jadi Kekalahan PSPS Terbesar Musim Ini

Plt Kepala Dinas PU Kota Pekanbaru A Saat ketika dikonfirmasi terkait temuan BPK tersebut mengaku belum mengetahuinya. Ia mengaku akan segera mencari informasi tersebut ke bawahanya yang menangani bidang ini.

"Saya belum dapat infonya, nantinya saya tanya dulu ke bagian jalan," katanya.

Baca: BNK Kampar Mendadak Tes Urin Seluruh Pegawai Dinkes, Ada Apa?

Meski belum mengetahui adanya temuan BPK tersebut, namun Saat berjanji akan menindaklanjuti apa yang direkomendasikan oleh BPK.

"Tentu kita akan tindaklanjuti apa yang direkomendasikan BPK termasuk menegur PPK dan pengawas lapangan," katanya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved