Berita Riau

VIDEO: BBKSDA Cek Kesehatan 16 Ekor Gajah di PLG Minas

Tim dokter hewan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau melakukan pengecekan

Laporan videografer Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim dokter hewan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau melakukan pengecekan kesehatan terhadap 16 ekor gajah penghuni Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas Kabupaten Siak, Sabtu pagi (11/8/2018).

Pemeriksaan atau pemeliharaan kesehatan satwa bertubuh besar ini meliputi pemberian obat cacing, pengambilan sampel darah, pengukuran tinggi bahu, pengukuran lingkar dada dan berat badan.

Pemeriksaan kesehatan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk deteksi dini pencegahan Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

Baca: Kuala Enok Longsor Lagi, 5 Rumah Warga Amblas

Baca: Bupati Wardan Instruksikan Instansi Terkait Bantu Korban Longsong Di Kuala Enok

"Sampel yang kita ambil itu untuk uji EEHV dimana virus ini lebih banyak menyerang gajah-gajah muda. Biasanya, hewan yang terseranh EEHP ini menunjukan gejala yang sebentar, medadak dan sulit tertolong," jelas Tim Dokter Hewan Balai Besar KSDA Riau, drh. Rini Deswita kepada tribunpekanbaru.com.

Disamping itu, pemeriksaan rutin gajah juga sebagai bahan evaluasi untuk melihat perkembangan gajah-gajah tersebut dari tahun ketahun.

"Kita juga akan melakukan pemeriksaan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid). Selain itu, kita juga melakukan pemeriksaan fisik gajah. Pengukuran beran badan juga menjadi bagian untuk memberikan dosis obat yang kita berikan," sambungnya.

Baca: Persyaratan Ini yang Paling Banyak Membuat Bacaleg Kampar Dicoret

Disamping itu, pemeriksanaan DNA juga menjadi bagian penting untuk melihat pemetaan kantong-kantong gajah Sumatra, khsusnya yang ada di Provinsi Riau.

"Sama halnya seperti manusia, satwa juga memiliki DNA berbeda. Ini juga sebagai data base bagi kita," ujarnya.

Secara umum 16 ekor gajah penghuni PLG Minas menurut drh. Rini secara umum dalam keadaan baik dan sehat. "Memang ada beberapa yang Body Condition Indek nya itu agak rendah 4 sampai 5, dan idealnya itu 7. Tapi secara umum ini cukup baik,"katanya.

Baca: Hasil Babak I Sriwijaya FC Vs Madura United Liga 1 2018 Imbang, Live Streaming Babak Kedua

Terkait dengan pemeriksaan sampel darah untuk DNA dan EEHV hasilnya masih akan menunggu satu bulan lebih. "Karena kalau untuk sampel ini akan kita kirim ke lab. Untuk EEHV kita kirim ke Medica Satwa dan untuk DNA kita kirim ke Eijkaman Jakarta. Hingga saat ini khsus untuk kasus EEHV ini belum kita temukan di Riau. Kalau untuk daerah lain pernah ada," tuturnya.

Sementara itu, dalam peroses pemeriksaan 16 ekor gajah PLG ini berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa gajah yang sulit untuk diambil sampel darah. 16 ekor gajah tersebut masing-masing 5 ekor gajah betina bernama Nia, Sella, Indah, Vera dan Doni.

11 ekor lainya merupakan gajah jantan bernama Bangsong, Jovi, Seng Arun, Budi, Reno, Angga, Dayang, Giam, Pato, Bangkin dan Diego. Seng Arun merupakan gajah jantan tertua berusia 54 tahun dan Indah menjadi gajah betina tertua dengan usia 46 tahun. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved