Berita Riau

VIDEO: Mahasiswa PCR Ini Ciptakan Alat Pengupas Nanas Otomatis

Arnel Mega Surya, mahasiswa Program Studi Teknik Mekatronika Politeknik Caltek Riau berhasil menciptakan alat pengupas nanas otomatis.

Laporan videografer Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Arnel Mega Surya, mahasiswa Program Studi Teknik Mekatronika Politeknik Caltek Riau berhasil menciptakan alat pengupas nanas otomatis.

Diakuinya ide pembuatan alat tersebut muncul saat ia melihat video di akun instagram miliknya.

"Yang saya lihat itu pisau unik yang digunakan untuk mengupas nanas. Tapi, itu masih manual menggunakan tenaga manusia. Setelah itu lah muncul ide buat alat otomatis, kalau pisau yang saya gunakan sama persis seperti yang saya lihat di IG tapi saya modifikasi sehingga menjadi alat seperti ini," jelas Arnel saat berbincang dengan tribunpekanbaru.com.

Baca: Sepasang Beruang Madu Satroni Kebun Warga, Sang Jantan Mengamuk Betinanya Masuk Perangkap

Baca: Hasil Imbang Lawan PSPS, Pelatih Persis Solo: Kita Syukuri

Sebelum menciptakan alat tersebut Arnel pun terlebih dahulu membeli pisau yang sama persis seperti yang ia lihat di media sosial. Kemudian ia mencobanya.

"Saya coba-coba dulu pisaunya untuk mengupas nanas secara manual. Barulah saya pikirkan untuk menjadikanya alat otomatis," sambungnya.

Menurut Arnel, alat yang diciptakan ini baru sebatas untuk memenuhi tugas akhir kampus. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada penyempurnaan dan pengembangan alat pengupas dan pemotong nanas ini.

"Saat ini yang bisa dipotong baru nanasnya dengan diameter 9-11 centimeter. Selanjutnya akan dipikirkan bagaimana agar juga bisa mengupas semua ukuran," tambahnya.

Baca: Karyawan Bandara Bawa Kabur Pesawat, Jatuh Setelah Berakrobat di Udara

Baca: Hasil PSPS Vs Persis Solo Liga 2 Berakhir Imbang 1- 1, Pelatih Hendri: Sudah Adil

Lebih lanjut dirincikannya, pembuatan alat tersebut membutuhkan waktu 4,5 bulan dengan biaya 9 juta rupiah."Memang Sedikit mahal karena saya gunakan Programmable Logic Control (PLC), dihidupkan manual tapi kalau tidak dimatikan tidak masalah," katanya.

Cara kerja alat tersebut cukup sederhana, nanas diletakkan di bagian jembatan mesin yang bisa menampung tiga buah nanas dan kalau ingin lebih bisa dipanjangkan. Lalu Nanas menurun dan akan diseleksi jatuh satu per satu ke kotak.

"Setelah itu terkena potong oleh pisau di dalam kotak yang berputar, kotaknya nanti mundur untuk pembuangan kulitnya dan kembali lagi menerima Nanas baru. Butuh waktu 15 detik untuk mengupas dan memotong rata-rata untuk satu nanasnya," paparnya.

Keberhasilan Arnel menciptakan alat ini tidak terlepas dari dosen pembimbing dan teman-temannya yang membantu. "Ini berkat dosen dan teman-teman. Mudah-mudahan kedepan bisa dikembangkan dan disempurnakan lagi supaya lebih baik," harapnya.

Hasil karyanya ini ikut dipamerkan di Stand Politeknik Caltex Riau dalam pelaksanaan Ritech Expo 2018 di Kompleks Gubernuran Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru mulai 10-12 Agustus 2018. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved