Dumai

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Terkait Tumpahan CPO di Dermaga B Pelindo Dumai

Pihak Kepolisian Dumai masih melakukan proses penyelidikan terkait insiden tumpahnya Crude Palm Oil (CPO) di Dermaga B Pelindo Dumai

Foto/Ist
Sebagin tumpahan CPO tampak menggenang di perairan sekitar Dermaga B Pelindo I Dumai, Kamis (9/8/2018) malam. Jumlah muatan yang tumpah belum dapat dipastikan. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAI- Pihak Kepolisian Dumai masih melakukan proses penyelidikan terkait insiden tumpahnya Crude Palm Oil (CPO) di Dermaga B Pelindo Dumai, Kamis (9/8/2018) malam lalu.

Insiden terjadi saat kapal tongkang Teratai Merah III bongkar muatan CPO ke tangki timbun milik PT.Nagamas Palm Oil (NPO) Dumai. CPO pun tumpah hingga menggenang di peraiean sekitar dermaga.

Baca: Saat Memadamkan Api Desa RTB dan Sialang Jaya, Tim Gabungan Karlahut Rohul Temukan Benda Ini

Kasatreskrim Polres Dumai, AKP Awaluddim Syam sedang menelusiri ada dugaan kelalaian dalam insiden tersebut. Polisi berencana meminta keterangan dari Pelindo Dumai, PT.Nagamas Palm Oil dan nahkoda kapal tongkang Teratai Merah III.

"Kami akan selidiki dugaan kelalaian dalam insiden tersebut. Jadi kami bakal panggil pihak yang berkaitan dengan insiden di dermaga itu," papar Awaluddin kepada Tribun, Minggu (12/8/2018).

Baca: Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Begini Profil Sandiaga Uno, S1 dan S2 Business Administration

Menurutnya, pihak kepolisian akan melihat perjanjian antara pemilik kapal tongkang dengan PT.Nagamas Palm Oil. Hasil pemeriksaan awal insiden terjadi saat proses bongkar muatan CPO. Muatan CPO dari kapal belum pindah ke tangki timbun milik perusahaan.

Mereka juga berencana memanggil pihak Pelindo Dumai guna melihat perjanjian pemasangan oil boom dengan PT.Nagamas Palm Oil. Pemasangan oil boom adalah upaca melokalisir dampak pencemaran.

Baca: Puluhan Tiang Reklame di Pekanbaru Diduga Langgar Aturan, Warga Laporkan ke DPRD

"Jadi kami masih lakukan penyelidikan, guna memastikan pihak yang bertanggung jawab saat insiden terjadi," terangnya.

Sebelumnya, Pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai mengaku belum tahu jumlah muatan CPO yang tumpah di perairan akibat insiden tersebut.

Pihak KSOP Dumai juga masih menanti laporan kronologis insiden tersebut.

Baca: Puluhan Tiang Reklame di Pekanbaru Diduga Langgar Aturan, Warga Laporkan ke DPRD

"Kalau sanksi kita belum tahu seperti apa. Tapi yang jelas sedang kita proses berita acaranya kronologis kejadian tersebut," papar Kepala Seksi Patroli, Penjagaan dan Penyidikan (P3) KSOP Dumai, Herry Yose Purba terpisah.

Pihak KSOP Dumai juga bakal memanggil pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mereka bakal memanggil Nahkoda Kapal Teratai Merah III yang melakukan bongkar muat ke tangki milik PT.Nagamas Palm Oil. Pihak perusahan bakal dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

Baca: Link Live Streaming MotoGP Austria 2018 Hari Ini, Bisa Tonton via Streaming Trans7

"Jadi tidak cuma pihak kapal, tapi pihak perusahaan juga kita proses pemanggilan untuk ditanyai perihal insiden tumpahan CPO," ulasnya.

Herry menywbut bahwa pihak KSOP Dumai sudah mendatangi lokasi insiden tumpahan CPO pada malam kejadian. Mereka melihat langsung kondisi di tempat kejadian tumpahan CPO. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved