Padang

Densus 88 Amankan 3 Terduga Teroris di Padang

Densus 88 Mabes Polri dikabarkan meringkus tiga orang terduga teroris jaringan JAD di tiga lokasi berbeda di Kota Padang

Densus 88 Amankan 3 Terduga Teroris di Padang
istimewa
Lokasi penangkapan satu diantara tiga terduga teroris We di Kota Padang dipasang garis polisi. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Densus 88 Mabes Polri dikabarkan meringkus tiga orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di tiga lokasi berbeda di Kota Padang, Senin (13/8/3018) siang.

Ketiganya berinisial We, Ja dan WZ yang bekerja sebagai tukang penjual garam di Kota Padang.

Informasi yang dihimpun tribunpadang.com, penangkapan terhadap ketiga warga Kota Padang itu dilakukan dalam rentang pukul 09.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Baca: Hasil dan Klasemen Liga 2 2018 Pekan ke-13, Semen Padang dan Madura FC di Puncak

Pertama yang ditangkap adalah Ja. Namun, tak diketahui di mana lokasi penangkapan pria berusia 45 tahun tersebut.

Yang jelas, setelah Ja ditangkap, petugas Densus 88 Mabes Polri kemudian menggeledah rumah terduga teroris berinisial HS di daerah  Koto Tangah, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari penggeledahan itu, diamankan satu unit handphone dan sebuah buku.

Petugas kemudian melanjutkan pengembangan dengan menggeledah rumah milik terduga teroris inisial Ja di daerah  Kuranji, Kota Padang. Di rumah kontrakan itu, diamankan terduga teroris inisial We.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Densus kemudian menangkap WZ di kawasan Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Saat itu, pria berusia 32 tahun tersebut tengah mengendarai sepeda motor dengan membonceng anak sulungnya.

Setelah ditangkap, petugas kemudian membawa WZ ke rumah kontrakan tempat dia tinggalnya. Di sana, petugas mengamankan dua senapan angin dan satu buku.

Baca: Jelang Idul Adha 2018 - Jika Belum Akikah, Bolehkan Melaksanakan Ibadah Kurban?

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tiga jaringan teroris JAD tersebut.

Namun, Hi kakak terduga teroris WZ mengaku kaget kalau adiknya diduga sebagai teroris. Menurutnya selama ini tak ada yang mecurigakan dari adiknya itu.

"Ya kaget lah kalau dia (WZ) diduga teroris, karena gak ada yang aneh dari adik saya. Selama ini dia kan hanya jualan garam, dan kadang-kadang ngojek sekitar sini," katanya kepada tirbunpadang.com saat ditemui di rumah WZ.(*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved