Padang

Densus 88 Geledah Rumah Lima Terduga Teroris Jaringan JAD yang Ditangkap di Sumbar

Densus 88 Mabes Polri hingga kini masih melakukan pengembangan terkait lima terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)

Densus 88 Geledah Rumah Lima Terduga Teroris Jaringan JAD yang Ditangkap di Sumbar
Foto/Riki Suardi
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Sayamsi menyebut bahwa Densus 88 Mabes Polri hingga kini masih melakukan pengembangan terkait lima terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang di tangkap di empat lokasi berbeda di Sumbar.

"Saat ini Densus 88 Mabes Polri masih melakukan pengembangan terhadap lima terduga teroris dari jaringan JAD tersebut. Namun ke daerah mana Densus mengembangkanya, saya belum tahu," kata Syamsi kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Senin (13/8/2018) sore.

Dalam melakukan pengembangan, lanjutnya, Densus 88 Mabes Polri juga menggeledah rumah dari masing-masing terduga teroris.

Baca: Curi Perhatian Konsumen, Xiaomi Ambil Alih Pangsa Pasar Ponsel Android

Baca: Fakta-fakta Seputar Xiaomi Pocophone F1

Pertama yang digeledah, adalah rumah inisial M (45) di Kecamatan ABTB, Bukitinggi pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Setelah di Bukitinggi, Densus kemudian melakukan pengembangan ke Payakumbuh.

Di sana, Densus juga menangkap satu orang terduga jaringan JAD dengan inisial Yu yang sehari-hari bekerja sebagai terapi bekam.

Bahkan setelah ditangkap saat mengantar istrinya bekerja, petugas kemudian membawa Yu ke rumahnya.

"Setelah tiba di rumahnya di Payakumbuh Barat, Densus kemudian melakukan penggeledahan. Namun apa yang didapatkan oleh tim Densus di rumah tersebut, saya tidak tahu. Yang jelas informasi yang saya dapat, rumahnya digeledah," ujarnya.

Baca: Lagi Duduk-Duduk di RTH Jalan Riau, Pemuda Ini Dikeroyok OTK, Sepeda Motornya Dirusak

Setelah dari Payakumbuh, tim Densus kemudian melakukan pengembangan ke Padang.

Di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat itu, ditangkap tiga orang penjual garam berinisial HS, Ja dan We di dua lokasi berbeda, yaitu di Koto Tangah, sekitar pukul 10.00 WIB.

HS dan Ja, sebut Syamsi, ditangkap di Bungus. Setelah ditangkap, petugas Densus kemudian menggeledah rumah keduanya.

Pertama yang digeledah, adalah rumah HS di Koto Tangah, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari penggeledahan itu, diamankan satu unit handphone dan buku.

Baca: Pria Ini Nekat Masuki Rumah Warga, Ambil 2 Unit HP, Nasibnya Pun Berakhir Begini

"Kemudian, barulah rumah Ja yang digeledah Densus. Di rumah kontrakan Ja yang berada di daerah Kuranji, Kota Padang itu, petugas pun menangkap We yang diduga juga merupakan jaringan teroris JAD," bebernya.(*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved