Insentif Dikurangi, Driver Go Car Pekanbaru Ini Pilih Jual Mobil

Inilah duka yang harus dihadapi driver Go car pasca pengurangan insentif oleh pemilik aplikasi. Bebeberapa diantaranya jual mobil

Insentif Dikurangi, Driver Go Car Pekanbaru Ini Pilih Jual Mobil
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ratusan sopir GoCar menggelar aksi di depan kantor Walikota Pekanbaru, Senin (13/8). Aksi ini dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan mereka atas nilai insentif yang diturunkan secara drastis oleh pihak GoJek Indonesia. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Teddy Tarigan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan Driver Gocar Pekanbaru melakukan aksi di depan kantor walikota Pekanbaru hari ini Senin (13/8/2018).
Aksi tersebut dilakukan terkait penurun tajam insentif yang diterima driver dari Rp 220.000 menjadi Rp 90.000.

Baca: Sah, Xiaomi Pocophone F1 Resmi Pakai Snapdragon 845

Hal itu dinilai mereka mencekik mereka karena akan membebani mereka dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya.

Baca: Order Go Car Malah Minta Dicancel, Ternyata Driver Lagi Demo di Kantor Walikota Pekanbaru

Bahkan ada yang harus menjual aset bekerjanya karena bekerja sebagai driver GoCar tidak mampu lagi memenuhi kebutuhannya.

Seperti yang disampaikan Indra W seorang mantan driver Gojek kepada tribun yang telah menjual mobilnya baru-baru ini.

Dirinya mengaku membeli mobil sebulan sekitar 11 bulan yang lalu untuk menjadi driver GoCar.

Awalnya dia merasakan bahwa bekerja sebagai driver GoCar dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan tagihan keluarganya.

Baca: Anda Pengguna Xiaomi? Inilah Daftar Tipe HP Xiaomi yang Tak Dapat Update Android P

Semakin lama insentif dan kompetitor di lapangan semakin menggerus penghasilannya setiap harinya.

Hingga akhirnya dia akhirnya menjualnya karena sanggup lagi membayar tagihan mobil tersebut setiap bulannya.

"Kemarin beli mobil untuk bisa kerja sebagai driver, sekarang sudah dijual, karena gak bisa lagi nutupin angsurannya," ujarnya.

Baca: Ini 19 Ponsel Terbaik untuk Nonton Video YouTube, 2 Tipe Hape Xiaomi Ini Masuk Daftar

Dirinya mengatakan awalnya dengan insentif yang cukup tinggi dari pihak Gojek Indonesia, dirinya dapat membiayai tagihan mobil dan juga keperluan keluarganya sehari-hari.

"Dulu pendapatan kita bisa 10 sampai 15 juta, kalo sekarang rata-rata 3 juta, kan belum lagi belanja rumah, angsuran lagi, Paling gak untuk sebulan itu butuhnya 6-7 juta," ujarnya.

Dirinya menilai penurunan insentif yang diberikan pihak Gojek Indonesia membuat pekerjaan Driver GoCar tidak lagi bisa diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya dan keluarganya.

"Mobil sudah dijual bulan ini, sekarang lagi cari kerja lain bang," tutupnya.(ted)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved