IHSG Dihantui Efek Domino Krisis Keuangan Turki, Investor Harap Berhati-hati!

Investor perlu mewaspadai efek domino krisis keuangan di Turki. Pekan lalu, pasar keuangan emerging market mulai merasakan dampaknya.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Krisis mata uang yang melanda Lira Turki ikut mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG bahkan terjun bebas akibat sentimen negatif pelaku pasar.

Kemarin (13/8), indeks bahkan ditutup turun 3,55% ke level 5.861,25.

Investor asing mencatatkan net sell Rp 646,88 miliar.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar menyebut, kekhawatiran terhadap efek domino krisis Turki menggoyang indeks.

Baca: Penyebab Mata Uang Turki Terjun Bebas dan Apakah Liburan di Turki Jadi Lebih Murah?

Baca: Pendaftaran CPNS akan Dimulai Tahun 2018. Tes Seleksi Penerimaan CPNS Dilakukan di 134 Titik

Dari domestik, defisit transaksi berjalan yang melebar menjadi 2,8%–3% dari PDB memicu rupiah tembus Rp 14.600 per dollar. "Sehingga market bergejolak," kata dia, Senin (13/8) pada Kontan.

Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas, sependapat, pelemahan indeks disebabkan faktor eksternal. Nilai tukar lira terhadap dollar AS merosot tajam.

Ini berimbas pada pelemahan rupiah sebagai mata uang emerging market.

Teknikal, MACD membentuk pola dead cross di area negatif. Stochastic dan RSI bergerak ke bawah menuju area jenuh jual.

Di sisi lain, terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan potensi bearish continuation.

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved