Jaksa Periksa Tersangka Dugaan Tipikor Kredit Fiktif BRI Agro

Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kredit fiktif Bank BRI Agro, Syahroni Hidayat kembali menjalani pemeriksaan

Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kredit fiktif Bank BRI Agro, Syahroni Hidayat kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Selasa (14/8/2018).

Baca: Inilah Penyebab Belum Satupun Mantan Petinggi RAL Diperiksa BPKP

Mantan Kepala Cabang (Kacab) BRIAgro Pekanbaru yang menjadi tersangka dugaan korupsi rekayasa kredit di bank itu juga akan diberikan kesempatan mengajukan saksi yang meribgankannya.

Pemeriksaan Syahroni tersebut merupakan kali ketiga dilakukan penyidik pasca diringkus di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuadi menerangkan jika pemeriksaan terhadap tersangka masih terus dilakukan sebagai bentuk proses pendalaman penyidikan.

Baca: Bawaslu Inhu Sudah Terima Pengajuan Gugatan Sengketa Pemilu dari PKPI Inhu

"Perlu adanya pendalaman agar pembuktiannya kuat," sebutnya, Selasa (14/8/2018).

Dalam pembuktiannya, sejumlah saksi telah dimintaiketerangan, baik debitur, pihak bank, maupun pihak lainnya. Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti.

Dari pihak penyidik juga memberikan kesempatan kepasa tersangka untuk melakukan pembelaan dengan menghadirkan saksi yang meringankannya

Baca: Wanita Ini Tinggal dengan Suami, Mantan Suami, Pacar Mantan Suami, Bahkan Besarkan 6 Anak

"Akan kita sampaikan kepadanya, biasanya saat terakhir, semua udah oke pemeriksaan saksi dari kita, baru kita tawarkan," lanjutnya.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) sendiri menurut fuad memiliki target penyelesaian perkara ini secepatnya, sehingga bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk proses sidang.

Sementara itu, perkara ini diduga telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 5 miliar. Selain Syahroni, juga terdapat seorang tersangka lain, Jauhari Y Hasibuan. Terhadap tersangka terakhir ini, perkaranya dinyatakan bebas demi hukum karena yang bersangkutan meninggal dunia.

Kasus ini berawal dari ditemukannya barang bukti dugaan tindak pidana korupsi kredit fiktif BRI Agro kepada debitur perkebunan seluas 54 hektar. Barang bukti itu berupa Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) senilai Rp 4 miliar. Lahan seluas 54 hektar yang menjadi agunan kredit pada tahun 2009 lalu itu selama ini diketahui tidak dikuasai oleh BRI Agro Cabang Pekanbaru sebagai pihak pemberi kredit.

Baca: DLH Inhu Berencana Menaikan Retribusi Sampah, Kenaikannya Mencapai 5 Ribu

Pihak bank memberikan kredit dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), kepada 18 debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, dengan total luas lahan kelapa sawit seluas 54 hektare sebagai agunan.

Total kredit yang diberikan senilai Rp 4,050 miliar terhadap 18 debitur tersebut memiliki jumlah bervariasi yaitu Rp 150 juta dan Rp 300 juta. Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Baca: Wanita Ini Tinggal dengan Suami, Mantan Suami, Pacar Mantan Suami, Bahkan Besarkan 6 Anak

Sejak tahun 2015, terhadap kredit tersebut dikategorikan sebagai kredit bermasalah (non performing loan) sebesar Rp 3.827.000.000 belum termasuk bunga dan denda. Diduga terdapat rekayasa dalam pemberian kredit karena penagihan terhadap debitur tidak dapat dilakukan karena mereka tidak pernah menikmati fasilitas kredit yang diberikan.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved