Eksklusif

Narkoba Masuk Lewat Jalur Tikus di Perbatasan Riau. Warga Dijadikan Mata-mata

Hampir sepanjang perbatasan perairan Pulau Bengkalis maupun Rupat sebagai titik rawan penyeludupan narkoba. Warga tempatan dijadikan mata-mata

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Wilayah pesisir, khususnya Bengkalis dan Dumai, menjadi sorotan menyusul tingginya peredaran narkoba tahun ini.

Bisa disebut melonjak drastis, karena sampai akhir Juli, Polda Riau dan jajaran menggagalkan peredaran 232,46 kilogram sabu-sabu.

Meningkat empat kali lipat dibanding periode sama pada tahun sebelumnya, 2017.

Baca: VIDEO: Jual Ganja di Pinggir Jalan, Kakek 63 Tahun di Pekanbaru Ini Ditangkap Polisi

Baca: Sambangi Inhil Ustaz Abdul Somad akan Hadir di 3 Lokasi, Catat Jadwal dan Tempatnya

Baca: Prediksi Skor Timnas U-23 Indonesia vs Palestina Grup A Asian Games 2018, Live SCTV

Bahkan dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan data satu tahun pengungkapan kasus narkoba tahun lalu (118,49 kg).

Dari sejumlah penangkapan yang dilakukan kepolisian, sebagian besar barang haram itu ternyata berasal dari Bengkalis.

Diselundupkan dari luar negeri, khususnya Malaysia, melalui perairan.

Kondisi geografis Bengkalis, yang berbatasan perairan dengan Malaysia, menjadikan pulau ini sebagai favotit sindikat peredaran narkotika sebagai daerah transit barang selundupan dari luar negeri. Termasuk narkoba.

Polres Bengkalis menyebut hampir sepanjang perbatasan perairan Pulau Bengkalis maupun Pulau Rupat sebagai titik rawan dari upaya penyeludupan narkoba oleh sindikat peredaran narkotika internasional.

Mereka memanfaatkan keberadaan banyak pelabuhan tikus wilayah tersebut.

Anak-anak sungai di Rupat dan Bengkalis dimanfaatkan sebagai jalur distribusi membawa narkoba.

Seperti di Pulau Rupat, melalui anak sungai yang berada di Tanjung Medang dan Pangkalan Nyirih.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved