Breaking News:

Rencanakan Bentuk Tim Untuk Perbaiki Kesepakatan Bagian Riau di Blok Rokan

Secara beramai-ramai berbagai tokoh bersama gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan mahasiswa datang ke Kementerian ESDM

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Alex Sander
Secara beramai-ramai berbagai tokoh bersama gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan mahasiswa datang ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka melanjutkan perjuangan Blok Rokan, Rabu (14/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM -- Secara beramai-ramai berbagai tokoh bersama gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan mahasiswa datang ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka melanjutkan perjuangan Blok Rokan, Rabu (14/8).

Dalam kesempatan itu, seluruh komponen yang datang dari Riau tersebut kompak meminta agar Riau mendapatkan porsi yang lebih dari apa yang menjadi kesepakatan pusat sebelumnya.

Melalui pertemuan itu, juga disepakati akan dibentuk tim bersama, yang terdiri dari Dirjen dari Kementerian terkait, pihak Pertamina, Pemprov Riau, dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Baca: Mahasiswi KKN UR Meninggal di Desa Air Hitam, Begini Penjelasan Camat

Salah seorang anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby yang ikut langsung dalam pertemuan tersebut, kepada Tribun, Rabu siang mengatakan, dalam rapat bersama tersebut juga disepakati tim bersama akan menyempurnakan kembali kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya, dalam kontrak antara pihak pusat dengan pihak Pertamina.

"Akan dibentuk tim bersama, yang terdiri dari Dirjen kementerian terkait, Pertamina, Pemda Riau dan LAM Riau. Klausul yang ada di kontrak awal akan disempurnakan," kata Suhardiman Amby kepada Tribun.

Dari LAM Riau menurut Suhardiman menawarkan 70 persen bagian yang akan didapatkan Riau, mengingat posisi Blok Rokan berada di tanah ulayat.

"Sebelumnya pihak Kementerian hanya fokus pada Participating Interest (PI), dimana Riau mendapatkan 10 persen setelah kontrak selesai. Sekarang, kita ramu dari undang-undang pertanahan, karena semua tanah di Blok Rokan adalah tanah ulayat, dan semua hutan di sana adalah hutan adat. Karena itu, hak ulayat harus dipenuhi. Nah, tim nanti akan memperbaiki hal tersebut," imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, juga disepakati penambahan alas pancung untuk daerah sebanyak 2 persen.

"Sedangkan untuk penamabahan porsinya nanti tim terpadu yang akan menghitung," tuturnya.

Baca: Kesal Banyak ASN Baru Dilantik Mengundurkan Diri, Firdaus: yang Tidak Siap Silahkan Mundur

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved