Berita Riau

VIDEO: SoaL BUMD RAL, Kepala BPKP: Ada Rencana Mempailitkan Tapi tak Jadi

Dikdik juga dengan tegas tidak ada BPKP menyerah melakukan audit RAL, kami masih proses. Memang untuk

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Sampai saat ini ternyata progres audit yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) belum ada perkembangan.

Bahkan belum ada satupun mantan pejabat dan petinggi RAL yang dihadirkan untuk diperiksa.

"Hingga saat ini belum ada. Karena kalau kita ngomong ke manajemen harus ada pegangan data, jadi kita bisa mengcounter data-data yang kita dapatkan ke manajemen, "ujar Kepala BPKP Perwakikan Riau Dikdik Sadikin kepada Tribun.

Baca: Gagal Jadi Cawapres di Detik Terakhir, Mahfud MD: Muhaimin Bilang Kita Ini Dipermainkan Politik

Baca: Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Palestina Asian Game 2018,Ini Head to Head

Namun saat ditanya progres tidak ada dan mereka menyerah dengan audit tersebut, menurut Dikdik Sadikin semua sedang berproses.

"Sekarang masih proses, karena kami membutuhkan data-data yang diperlukan untuk itu. Kan ada tahap-tahapanya, sekarang dalam pengumpulan dokumen. Karena ada temuan yang secara fisik harus kita kejar juga. Tapi Insya Allah masih dalam proses,"jelasnya.

Dikduk mengatakan untuk proses saat ini sendiri masih dalam pengumpulan data. Menurutnya ada banyak data yang harus dikumpulkan, pihaknya akan teliti lebih detail lagi sebagai dasar untuk memberikan semacam kesimpulan.

Baca: Gadis Remaja 15 Tahun Diajak Ketemuan Mantan Pacar, Diperkosa 12 Pria dan Divideokan

"Bagaimana pemecahan persoalannya, nanti rekomendasinya akan kita berikan ke pihak Provinsi. Sekarang sebenarnya masih dalam ranah audit biasa, belum ke investigasi, tapi bisa saja ke arah itu kalau memang diperlukan nanti, "jelas Dikdik.

Dikdik juga dengan tegas tidak ada BPKP menyerah melakukan audit RAL, kami masih proses. Memang untuk proses audit ini ada batasannya, tapi itu bisa diperpanjang.

" Tentu kami harus melihat kondisi di lapangan. Karena RAL sendiri sudah hampir di pailitkan, dan posisi sekarang masih tercerai - berai, sehingga kita harus mengumpulkan serpihan itu. Tapi secara perusahaan RAL itu masih aktif, walaupun dalam pelaksanaan atau operasional sudah tidak ada lagi. Bahkan pesawatnya sudah entah Dimana mana, "ujar Dikdik.

Kedepan lanjut Dikdik memang perlu ditindaklanjuti dengan tegas mengenai bagaimana status RAL ini agar jangan berkepanjangan.

Karena nanti akan ada kewajiban yang menyusul, karena perusahaan masih aktif maka pajaknya akan menyusul.

"Dulu sebetulnya ada rencana untuk mempailitkan tapi tak jadi. Sehingga akhirnya ada kewajiban yang harus diselesaikan, sementara dalam kenyataannya RAL sudah tidak aktif, "ujarnya.

Simak video lainnya di Laman Youtube Tribun Pekanbaru KORAN TV :

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved