Siak

PT Triomas FDI Didenda Miliaran Rupiah Karena HGU Terbakar

JPU menuntut PT Triomas Forestry Development Indonesia dengan pidana denda Rp 1 miliar dan pidana denda tambahan Rp 18 miliar lebih

PT Triomas FDI Didenda Miliaran Rupiah Karena HGU Terbakar
Tribun Pekanbaru
Direktur PT Triomas FDI, Supendi bersalaman dengan JPU usai sidang perkara Karhutla, Kamis (16/8/2018) di PN Siak 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut PT Triomas Forestry Development Indonesia (FDI) dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar dan pidana denda tambahan Rp 18 miliar lebih. Tuntutan tersebut dibacakan JPU Tian Andesta, SH pada sidang lanjutan perkara Karhutla, Kamis (16/8/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura.

Sidang tersebut dibuka hakim ketua Lia Yuwannita dan didampingi hakim anggota Dewi Hesti Indria dan Risca Fajarwati. Sedangkan dari perusahaan langsung hadir direktur PT Triomas FDI Supendi dan penasehat hukumnya Junaidi dan John.

Tian Andesta mengatakan, terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal 98 ayat (1) jo pasal 116 ayat 1 huruf a atau pasal 99 ayat 1 jo pasal 116 ayat 1 huruf a, UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Karena terjadinya Karhutla telah mengakibatkan kerugian pada gambut dan ekosistem lahan dan hutan pada HGU PT Triomas FDI, kampung Penyengat, kecamatan Sungai Apit, kabupaten Siak.

Baca: Terkait Penolakan HGU PT TSUM di Kuala Kampar, Ini Agenda Gemmpar Selanjutnya

Baca: Tak Dihadiri Pihak BPN, Tim Pansus DPRD Rohul Mulai Mendata HGU Perusahaan Perkebunan

Atas tuntutan itu, Supendi memohon kepada hakim agar diberikan waktu untuk menjawab tuntutan itu. Setelah berdiskusi dengan PH-nya, akhirnya Supendi mengatakan akan menjawab keberatannya pada pledoi saja pada sidang selanjutnya.

"Pada sidang pledoy saja nanti yang mulia," kata dia.

Di luar persidangan, Tian Andesta mengatakan, penerapan pidana denda tambahan itu ada mekanisme perhitungan harga kerusakan lahan yang terbakar dengan harga pemulihan. Sehingga didapatlah angka yang relevan yakni Rp 18 miliar lebih. Sedangkan pidana denda Rp 1 miliar berdasarkan ketentuan Undang-undang.

"Teknis ini tentu kami bahas dengan ahli kami," kata Tian.

Karhutla di GHU PT Triomas FDI terjadi pada rentang Februari-Maret 2014 lalu. Kebakaran itu terjadi pada HGU PT Triomas FDI seluas 400. Lokasi PT Triomas FDI tersebut berada di kampung Penyengat, kecamatan Sungai Apit, Siak. HGU perusahaan itu seluas 12.000 Ha. Namun baru 2.000 Ha ditanami sawit, dan 90 Ha dalam proses pembersian (land clearing), selebihnya masih hutan alam.

Baca: Tolak HGU PT TSUM, Masyarakat Kuala Kampar Berencana Demo ke BPN Riau. Ini Tuntutannya

Baca: PT TSUM Dapatkan HGU Seluasa 6.055,77 Ha di Wilayahnya, Begini Kata Camat Kuala Kampar

Berdasarkan SK kepala BPN nomor 97/ HGU/BPN RI/ 2010, luas HGU PT Triomas FDI hanya 6.335,036 Ha. Luas itu terbagi pada 3 bidang, yakni bidang A seluas 486,196 Ha, bidang B 1.824, 385 Ha dan bidang C 4.024, 455 Ha. Luas itu terbaki pula pada 6 divisi. Pada divisi 1 dan 2 sudah ditanami sawit, divisi 3 masih hutan, divisi 4 dan 5 dalam proses buka dan divisi 6 hutan alam.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved