Berita Riau

Dituntut 2 Tahun Penjar Mantan Kadis PUPR Riau Dwi Agus Ajukan Pembelaan Pekan Depan

Terdakwa Dwi juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 80 juta jika tidak diganti subsider 1 tahun penjara.

Dituntut 2 Tahun Penjar Mantan Kadis PUPR Riau Dwi Agus Ajukan Pembelaan Pekan Depan
Tribun Pekanbaru/Rino Syahril
Terdakwa Dwi Agus konsultasi dengan Penasihat Hukumnya setelah dituntut 2 tahun penjara oleh JPU. 

Laporan: Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM - Terdakwa dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru mantan Kepala Dinas PUPR Riau Dwi Agus Sumarno MM, MSI , Kamis (16/8) sore hanya dituntut 2 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Terdakwa Dwi juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 80 juta jika tidak diganti subsider 1 tahun penjara.

"Terdakwa Dwi Agus Sumarno MM jelas M Amin, telah menyalahgunakan wewenangnya dengan menguntungkan orang lain," ujar JPU M Amin.

Baca: Ahok Tak Mau Dipanggil dengan Panggilan Ahok, Minta Dipanggil dengan Nama Ini

Atas perbuatannya itu terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undamg (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut M Amin tuntutan yang diambilnya sudah berdasarkan keterangan para saksi dan juga fakta persidangan. "Tuntutan yang kami berikan ini juga sudah mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan hal-hal yang memberatkan," ucap M Amin.

Atas tuntutan itu Majelis Hakim yang diketuai oleh Bambang Myanto SH memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menggunakan haknya. Kesempatan itu langsung digunakan Dwi yang mengenakan baju batik warna jingga dipadukan celana kain hitam untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

Usai konsultasi Dwi kembali ke kursi pesakitannya dan menyatakan akan melakukan pledoi atau pembelaan pekan depan

Sementara itu dua terdakwa lainnya yang bersamaan dengan berkas terpisah yakni Rinaldi Mugni selaku konsultan dan Yuliana J Baskoro, selaku kontraktor dituntut lebih tinggi dari Dwi.

Baca: Malam Menjelang Hari Kemerdekaan Masyarakat Gelar Pawai Obor di Bengkalis

Terdakwa Rinaldi Mugni dituntut 2 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjar, dan diwajibkan mengembalikan kerugian negara Rp 85 subsider 1 tahun.

"Terdakwa Rinaldi dan Dwi Agus telah mengembalikan kerugian negara dengan menitipkan kepada jaksa," ungkap M Amin.

Selanjutnya terdakwa Yuliana dituntut hukuman 3 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan, dan mewajibkan terdakwa mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 733 juta subsider 1 tahun 8 bulan.

Kedua terdakwa juga menyatakan akan melakukan pledoi secara tersendiri pekan depan.

Seperti diketahui, proyek pembangunan tugu integritas anti korupsi dan RTH yang berlokasi dibekas kantor PU Riau tersebut. Pemprov Riau menganggarkan dana sebesar Rp 8 miliar lebih.

Pada pelaksaan pembagunan RTH tersebut, telah terjadi penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 935 juta. (*)

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved