Pekanbaru

18 Situs Bersejarah Ini Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Tak Boleh Diubah Desainnya Apalagi Dirusak

Plt Kadis Pariwisata Pekanbaru menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, maka 18 situs bersejarah tersebut kini sudah dilindungi negara.

18 Situs Bersejarah Ini Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Tak Boleh Diubah Desainnya Apalagi Dirusak
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Rumah Singgah Tuan Kadi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru, Minggu (19/8/2018), menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, maka 18 situs bersejarah tersebut kini sudah dilindungi negara.

Sehingga tidak boleh lagi dirusak atau dirubah desain dan bentuknya sebelum ada keputusan dari pihak terkait.

"Setelah ditetapkan sebagai situs cagar budaya, maka pelestarian dan perawatannya menjadi kewajiban semua pihak. Mulai dari masyarkaat, ahli waris, pemerintah pusat, provinsi dan kota. Serta aparat penagak hukum. Karena cagar budaya itu dilindungi oleh negara," katanya.

Baca: VIDEO: Mancing Ikan Dapat Hadiah TV HUT RI ke 73 di Tenayan Raya, Pekanbaru

Sebelum diputuskan sebagai cagar budaya, ada beberapa tahapan yang harus dilewati sehingga akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya.

Mulai dari proses pendataan kemudian mengusulkan ke tim ahli, dilakukan pemeriksaan barulah disidangkan untuk diputuskan apakah situs tersebut layak dimasukkan sebagai cabar budaya atau tidak.

"Sebelum kami lakukan pendataan tentu awalnya bermula dari laporan atau informasi dari masyarakat, ada situs yang punya nilai sejarah dan diduga cagar budaya. Kemudian kita dari Pemko Pekanbaru dan tim ahli cagar budaya turun ke lapangan. Barulan kita mulai melakukan pendataan termasuk naskah-naskah pendukungnya," katanya.

Baca: Jambret Mengganas di Pekanbaru, Wanita Ini Dibuatnya Terpental dari Motor Hingga Alami Koma

Dalam proses pendataan sebelum diusulkan ke BPCB, pihaknya menghabiskan waktu selama lebih kurang dua tahun.

Setelah dilakukan pendataan dan diusulkan ke BPCB, kemudian tim dari ahli cabar budaya turun ke lapangan melakukan verifikasi dan mengumpulkan semua dokumennya, keterangan dari yang mengetahui situs bersejarah itu, baru kemudian disidangkan.

"Itu kewenangannya ada tim ahli cagar budaya provinsi dan pusat untuk memutuskanya, kita dari Pemko hanya mengusulkan saja," ujarnya.

Baca: Semarakkan HUT RI ke-73, Warga Balita Hingga Lansia Turun Bersama di Cipta Karya

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved