Dampak Defisit Anggaran, PUPR Diminta Hindari Pemotongan Target

Komisi IV DPRD Riau meminta agar masalah defisit anggaran jangan sampai berdampak pada pengurangan atau pemotongan target proyek

Dampak Defisit Anggaran, PUPR Diminta Hindari Pemotongan Target
Istimewa
Anggota Komisi V DPRD Riau, Husni Thamrin 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Komisi IV DPRD Riau meminta agar masalah defisit anggaran jangan sampai berdampak pada pengurangan atau pemotongan target proyek pembangunan yang berjalan saat ini.

Ketua Komisi IV DPRD Riau, Husni Thamrin mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau harus mengupayakan solusi lain, agar jangan sampai dilakukan pengurangan target tersebut.

Baca: Besok, 3 Atlet Senam Riau Mulai Bertanding di Asian Games 2018

"Kalau tunda bayar silahkan, atau ada solusi lain. Yang penting jangan sampai mengurangi target pembangunan," kata Ketua Fraksi Gerindra Sejahtera ini kepada Tribun, Minggu (19/8/2018).

Dikatakan Thamrin, jika dilakukan pengurangan target tersebut, maka akan berdampak kepada kualitas pelaksanaan pembangunan tahun ini.

Baca: Kisah Korban Jambret di Pekanbaru - Tulang Lengan Kiri Sunarti Retak karena Pertahankan Tas

"Kalau target dikurangi, tentunya akan berdampak kepada kualitas pelaksanaan anggaran tahun ini, sekaligus pelaksanaan pembangunannya. Kalau bisa dengan cara lain kan lebih baik, jangan sampai dengan cara potong target tersebut," ulasnya.

Ditambahkannya, tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat sebelumnya dikabarkan akan segera dibayarkan, hal itu menurutnya juga menjadi solusi persoalan tersebut.

"Kabarnya kan tunda salur dari pusat akam segera dibayarkan, kita sekaligus menunggu kabar tersebut," tuturnya.

Sebekumnya, Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan, baru akan melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor untuk bicarakan tunda bayar proyek akibat defisit anggaran.

"Sekarang ini baru akan kordinasi dan pertemuan dengan pihak kontraktor, "ujar Dadang kepada Tribun.

Menurut Dadang ada dua pilihan nantinya kepada kontraktor yakni potong target dan tunda bayar. Namun diupayakan agar tunda bayar karena untuk sejumlah proyek harus tuntas juga tahun ini.

Baca: Kisah Korban Jambret di Pekanbaru - Tulang Lengan Kiri Sunarti Retak karena Pertahankan Tas

"Kalau tidak potong target nanti tunda bayar kita akan kordinasi kepada semua kontraktor," jelas Dadang.

Namun yang perlu diperhatikan lanjut Dadang, untuk proyek Jembatan tidak mungkin potong target dan harus diupayakan tuntas karena sudah target dan kebutuhan masyarakat.

"Untuk jembatan kita selesaikan. Bangunan juga kita selesaikan seperti gedung Kejati dan Polda. Jadi kalau yang lain kalau memang potong target ya potong kalau nggak ya tunda bayar," jelasnya.

Diakui Dadang penundaan salur dari pusat memang berpengaruh besar terhadap kondisi keuangan daerah. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved