Idul Adha 2018

260 Titik Pelaksanaan Salat Idul Adha di Pekanbaru, Ini Tempat yang Paling Ramai

Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menetapkan 260 titik pelaksanaan salat Idul Adha di kota Bertuah Rabu (22/8).

260 Titik Pelaksanaan Salat Idul Adha di Pekanbaru, Ini Tempat yang Paling Ramai
Tribun Pekanbaru/ Doddy Vladimir
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menetapkan 260 titik pelaksanaan salat Idul Adha di kota Bertuah Rabu (22/8/2018). Pelaksanaan salat Idul Adha lebih banyak diselenggarakan di lapangan.

Dimana dari 260 titik hanya 75 yang digelar di masjid dan musala sedangkan 185 lagi diadakan di lapangan, baik itu di halaman masjid maupun lapangan kantor dan lapangan sepakbola.

Demikian dijelaskan Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru Edwar S Umar kepada Tribun Senin (22/8). Menurut Edwar pelaksanaan salat Idul Adha sama dengan Idul Fitri sebelumnya lebih dominan di lapangan.

"Tidak semua 260 titik tersebar di seluruh penjuru di Kota Pekanbaru dan lebih banyak di lapangan, "ujar Edwar S Umar.

Baca: UAS Bakal Menjadi Khotib Shalat Idul Adha di Masjid Raudhatus Tenayan Raya

Baca: Tablig Akbar UAS dan Ustadz Felix Dipindah Ke Masjid Raudhatus Shalihin

Dari 260 titik tersebut ada beberapa titik yang akan ramai diantaranya halaman Masjid Agung Annur Provinsi, Halaman kantor Gubernur Riau, Halaman kantor Walikota, Halaman Baterai P Panam, Halaman Baterai R Imam Munandar, dan lapangan - lapangan sepakbola yang ada di Kecamatan dan tingkat kelurahan.

"Cuma sebagiannya meskipun di masjid namun tetap memilih di halaman karena Salat Ied ini kan kebanyakan di lapangan," ujar Edwar S Umar.

Baca: Polisi Tangkap Driver Online yang Jadi Kurir Narkoba, 3 Kg Sabu dan Seratusan Pil Ekstasi Diamankan

Baca: Tidak Ada Perbedaan Waktu Hari Raya Idul Adha 2018 di Siak

Sementara untuk penyelenggaraan salat dan Khatib di masing-masing tempat sendiri, Kemenag tidak menetapkan karena untuk penyelenggara tergantung pengurus masjid dan musalla masing-masing.

"Kami hanya dilaporkan untuk penyelenggara, kami tidak pernah menetapkan Khatib," jelas Edwar.

Untuk materi khutbah sendiri tentunya yang berkaitan dengan kurban, yakni pengorbanan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anaknya untuk disembelih namun diganti dengan seekor kibar. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved