Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ramalan Surat Kabar Tahun 1912 tentang Nasib Bumi Terbukti Saat Ini

Perbincangan mengenai masa depan bumi sudah ramai dilakukan oleh manusia sejak zaman dulu.

Editor: Ariestia
Kompas.com
Isu tentang pengaruh batu bara terhadap perubahan iklim sedang hangat dibahas pada tahun 1912. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perbincangan mengenai masa depan bumi sudah ramai dilakukan oleh manusia sejak zaman dulu.

Bahkan di Selandia baru, 106 lalu, perbincangan ini sedang hangat-hangatnya perbincangan tentang masa depan Bumi ini.

Baca: TERPOPULER - Lokasi Rawan Jambret, Jadwal Pertandingan Asian Game 2018, Prediksi Skor Timnas U23

Hal itu disebabkan sebuah artikel yang diterbitkan sebuah koran pada masa itu.

Lebih tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1912, sebuah koran bernama Rodney and Otamatea Times, Waitemata and Kaipara Gazette dalam rubrik “science notes and news” mewartakan ramalan yang benar-benar terjadi saat ini.

Dilansir dari Science Alert, Jumat (17/08/2018), sebuah artikel yang berjudul "Coal Consumption Affecting Climate" (Konsumsi Batu Bara Memengaruhi Iklim) memperingatkan bahwa atmosfer Bumi akan berubah karena pembakaran miliaran ton batu bara dan akan menambah lebih banyak karbon dioksida ke atmosfer setiap tahunnya.

(KOMPAS)

"Tungku-tungku dunia sekarang membakar sekitar 2.000.000.000 ton batu bara per tahun. Ketika ini dibakar, menyatu dengan oksigen, ia menambahkan sekitar 7.000.000.000 ton karbon dioksida ke atmosfer setiap tahun," ungkap artikel tersebut.

Sebuah koran Selandia Baru keluaran tahun 1912, sudah prediksi perubahan iklim akan terjadi.

Gagasan tentang pengaruh batu bara terhadap atmosfer bumi sebenarnya sudah menjadi isu yang penting pada beberapa dekade terakhir dari 1912. 

Ditelusuri oleh New York Times, diskusi-diskusi ilmiah yang membahas tentang dampak dari pembakaran batu bara sebenarnya sudah ada sejak 1850.

Baca: Idul Adha 2018 - Dianjurkan Untuk Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha, Ini Penjelasannya

Meski sudah lebih dari satu abad, kondisi saat ini tidak menyajikan banyak perubahan.

Pada tahun 2016 saja, dunia sudah mengonsumsi lebih dari 5,3 miliar metrik ton batu bara.

Konsentrasi karbon dioksida terhadap atmosfer bumi saat ini juga sudah berada di atas 441ppm, tingkat tertinggi setidaknya dalam 800.000 tahun.

Tingginya konsentrasi polusi udara dapat membahayakan manusia.

Panas yang terperangkap juga dapat menyebabkan kebakaran dan meningkatnya tinggi permukaan laut.

Beberapa penelitian bahkan mengatakan bahwa suhu yang memanas dapat memperlambat kinerja otak. (*)

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Terbuktinya Ramalan Surat Kabar Tahun 1912 tentang Nasib Bumi Saat Ini dan Intisari Online: Wah, Ramalan Surat Kabar Tahun 1912 tentang Nasib Bumi Saat Ini Terbukti!

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved