Berita Riau

VIDEO: LAM Riau Tidak Pusingkan Modal Untuk Terlibat Kelola Blok Rokan

Untuk saat ini, setelah adanya pertemuan dengan Kementerian ESDM maka masyarakat tinggal dipersiapkan tenaga kerja dan pengusaha lokal

Laporan Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Senin (20/8) mendatangi Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim untuk koordinasikan kelanjutan pembahasan blok Rokan. Setelah sebelumnya sudah bertemu dengan pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pekan lalu. 

Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Syahril Abubakar dalam kesempatan itu mengatakan yang harus diketahui Riau sudah selangkah untuk maju dalam partisipasi mengelola blok Rokan. 

"Memang untuk yang kita minta kerjasamanya adalah bisnis to bisnis kemudian pancung alas dua persen. Ada sembilan poin yang kita tuntut mulai dari beasiswa, tenaga kerja tempatan, pengusaha lokal, "ujar Syahril Abubakar kepada Tribun. 

Untuk saat ini, setelah adanya pertemuan dengan Kementerian ESDM maka masyarakat tinggal dipersiapkan tenaga kerja dan pengusaha lokal serta mahasiswa untuk beasiswa. 

Baca: Lilipaly 2 Gol Beto 3 Gol Antarkan Timnas Indonesia Lolos 16 Besar dari Hitungan Poin

Baca: Jelang Idul Adha, Disnakbun Rohul Terjunkan 32 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

"Sekarang ini agar manfaatnya lebih besar didapat Riau, Kita inginnya bisnis to bisnis dengan Pertamina dan tuntutan kita 70 persen karena 94 tahun sudah ditangan asing, "ujarnya.

Syahril juga menambahkan Riau sendiri memiliki SDM yang sudah siap untuk menggarap blok Rokan nantinya, sehingga tidak bisa dipusingkan lagi. 

"Modal kita siapkan, banyak yang mau berpartisipasi, Mau asing mau lokal kita tampung, Kalau SK sudah ditangan tentu akan lebih mudah daripada tidak ikut, tidak ada masalah tidak dapat apa - apa selama ini. Orang Indonesia juga pinjam keluar negeri, "jelas Syahril.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved