Berita Riau

Asisten II Jawab Soal Kejanggalan Penetapan Anggota Pansel Pemilihan Direksi dan Komisaris BRK

Asisten II Setdaprov Riau, Masperi menegaskan, penetapan anggota Pansel pemilihan Direksi dan Komisaris Bank Riau Kepri sesuai aturan

Asisten II Jawab Soal Kejanggalan Penetapan Anggota Pansel Pemilihan Direksi dan Komisaris BRK
Istimewa
Pejabat Pemprov Riau, Masperi, saat peringatan HUT RI ke 73 di Kantor Gubernur Riau. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Asisten II Setdaprov Riau, Masperi menegaskan, penetapan anggota Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan dua Direksi dan Komisaris Bank Riau Kepri (BRK) sudah sesuai dengan aturan.

Hal ini menjawab kritikan Dewan Provinsi Riau yang mengatakan adanya kejanggalan dipaksakan dimasa akhir jabatan Gubernur Riau saat ini.

"Sesuai Permendagri 57 yang mengatur komisaris dan Direksi BUMD. Sebelum enam bulan berakhir masa jabatannya harus dibuat Pansel, Pansel ini untuk mengisi kekosongan jabatan dua Direksi yang kosong dan akan berakhirnya masa jabatan satu komisaris Oktober mendatang, "ujar Masperi kepada Tribun Selasa (21/8).

Baca: MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Tenang, Sampaikan Penggunaan Vaksin MR Mubah

Baca: Warga Padang Tolak Vaksin MR, Kadis Kesehatan Sumbar: Kami Terus Edukasi Masyarakat

Baca: Yanto Sempat Ragu Memvaksin Anaknya, Ketika MUI Katakan Haram Ia Serahkan kepada Tuhan

Sebagaimana tanggapan dari Dewan mengatakan sebaiknya penetapan komisaris baru dan Direksi ini menunggu dilantik Gubernur Riau terpilih Syamsuar.

Jika ditetapkan sekarang dikhawatirkan tidak sesuai keinginan Gubernur terpilih nantinya.

Menurut Masperi, proses penetapan Pansel tersebut diajukan yang memenuhi syarat disampaikan ke pemegang saham, dan pemegang saham menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).

"Pansel ini atas usulan dari komisaris utama yang juga tim UKK atau Pansel, dan yang memilih adalah pengendali saham dalam hal ini Pemprov Riau, "ujarnya.

Sebagaimana diketahui adapun nama - nama Pansel yang ditetapkan diantaranya Mukhtar Ahmad perwakilan dari Independen diambil dari Kampus, kemudian Membangun Mit dari jajaran Komisaris Utama dan Indrawati Nasution dari Pemerintah.

Baca: MUI Riau Tegaskan Vaksin MR Bisa Digunakan Kalau Darurat, Begini Penjelasannya

Baca: Fatwa MUI : Vaksin MR Haram Tapi Boleh Jika Terpaksa. Ini Penjelasannya

Baca: Vaksin MR Mengandung Babi, Dinkes Riau Akui Belum Dapat Pemberitahuan Resmi 

"Ada satu independen kita minta dari Universitas dan komut itulah pak Mambang Mit dan terakhir adalah Indrawati dari Pemerintahan, "ujarnya.

Kemudian selanjutnya tugas Pansel melakukan seleksi terhadap calon dan tentunya setelah didapat tiga nama pada satu jabatan maka diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk fit and propert tes.

" Setelah ada tiga nama hasil seleksi atas rekomendasi Pansel maka dikirim ke OJK. Hasil dari OJK akan dibawa ke RUPS kembali untuk penetapan satu nama dari tiga nama yang diajukan pada satu jabatan, "jelas Masperi.

Proses ini sendiri menurut Masperi masih membutuhkan waktu lama sehingga berkemungkinan juga penetapan komisaris dan Direksi ini saat Gubernur Riau terpilih Syamsuar dilantik nantinya.

"Penetapannya tentu menunggu lama dan bisa jadi ditetapkan pada saat Syamsuar setelah dilantik. Bisa jadi tuntas pada masa jabatan Andi jika OJK merekomendasikan dengan cepat, "ujarnya. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved