Kebiasaan Merokok Elektrik Bisa Picu Kanker, Ilmuwan Buktikan Ini

Sekelompok ilmuwan dari University of Minnesota menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu munculnya kanker

Internet
Rokok elektrik 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sekelompok ilmuwan dari University of Minnesota menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu munculnya kanker.

Tentu saja hal tersebut menjadi daftar panjang dampak buruk rokok elektrik terhadap kesehatan.

kenyataan itu juga menjadi perhatian para penikmat rokok elektrik

Dalam studi yang dipresentasikan di Pertemuan Nasional ke-256 dan Pameran American Chemical Society, Minggu (20/8/2018), rokok elektrik diketahui mengandung tiga bahan kimia yang dapat merusak DNA.

Baca: Bea Cukai Riau Sumbar Akan Terapkan Cukai Liquid Rokok Elektrik Tengah Tahun Ini

Hal itulah yang nantinya memicu berkembangnya kanker. Kesimpulan itu didapat setelah tim menganalisis kelenjar saliva (ludah) dan jaringan mulut pada 5 pengguna rokok elektrik dan 5 orang sehat sebagai kontrol.

Silvia Balbo selaku peneliti utama dalam studi ini mengatakan, rokok tembakau memiliki lebih banyak kandungan karsinogen atau zat yang menyebabkan kanker dibanding rokok elektrik. "Namun, hanya karena ancamannya berbeda bukan berarti rokok elektrik lebih aman," ujar Balbo dilansir IFL Science, Senin (21/8/2018).

Baca: NGERI. .Rokok Elektrik Meledak saat di Mulut, Lihat Apa yang Terjadi pada Pria Ini

Rokok elektrik atau yang dikenal juga dengan vape, memiliki konsep yag sama dengan rokok tembakau biasa.

Saat tombol pada vape ditekan dan pengguna menghisap ujungnya, sejumlah kecil nikotin atau kandungan lainnya yang ada pada cairan isi ulang yang dibakar baterai akan menimbulkan uap bercampur dengan molekul kental di ruangan dan masuk ke paru-paru.

Disadari atau tidak, cairan vape mengandung segudang pelarut, pengawet, dan juga perasa yang tidak baik untuk kesehatan, saat zat tersebut diubah oleh panas tinggi dan dikonsumsi penggunanya.

Baca: Riset di Inggris, Rokok Elektrik Dinilai Lebih Aman dari Rokok Konvensional

Sejumlah penelitian telah menunjukkan, uap rokok elektrik membawa lusinan zat yang mengganggu dan juga karsinogen. Untuk membuktikannya, Balbo dan timnya memeriksa bahan kimia yang ada di mulut lima perokok setelah mereka menghirup vape selama 15 menit.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved