Siak

Dituntut 1,6 Tahun, Nelson Manalu Kaget dan Sebut Jaksa Terlalu Memaksakan

Di dalam BAP juga tidak ada dikatakan Nelson Manalu telah melakukan penghasutan dan pengancaman sopir angkut sawit ke perusahaan.

Dituntut 1,6 Tahun, Nelson Manalu Kaget dan Sebut Jaksa Terlalu Memaksakan
tribun pekanbaru/Mayonal
Nelson Manalu (jas biru) dan PH-nya Adrian Hutagalung menghadapi sidang agenda tuntutan pada perkara dugaan penghasutan di PT GAS -Kandis, Kamis (23/8/2018). 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Wakil Ketua Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) kabupaten Siak, Nelson Manalu kaget kala JPU tuntut 1,6 tahun penjara, pada sidang lanjutan, Kamis (23/8/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura. Menurutnya tuntutan itu terlalu dipaksakan karena tidak merunut pada fakta persidangan.

"Hampir semua saksi telah mengatakan, saya tidak berada di lokasi demonstrasi dan tidak pernah menahan truk pengangkut sawit ke dalam perusahaan. Tapi jaksa menuntut dengan pasal penghasutan, saya benar-benar heran," ujar Nelson Manalu, begitu keluar dari ruangan sidang.

Kendati demikian, ia mencoba untuk tegar menghadapi tuntutan itu. Berharap majlis dapat mempertimbangkan tuntutan itu berdasarkan runutan fakta persidangan.

Baca: Rentut Belum Siap, Hakim Tegur Jaksa pada Perkara Kekerasan PT GAS

Baca: Akibat Demonstrasi PT GAS Kandis, Waka SPTI Siak Dituntut Hari Ini

Nelson Manalu didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Adrian Hutagalung. Adrian Hutagalung juga merasa jaksa terlalu memaksakan mendakwa kliennya demhan pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

Sebab, masuknya delik materil dan tidak terjadinya kerusuhan sewaktu aksi demonstrasi pada 2016 lalu.

Ia menguraikan, keterangan saksi ahli sebelumnya yakni, Erdiansah, SH, MH dari Polda Riau, dan Dr. Nurul Huda jelas mengatakan pasal tersebut tidak bisa didakwakan kepada Nelson Manalu. Tetapi tidak menjadi pertimbanhan JPU.

"Saya akan mempersiapkan penolakan atas tuntutan itu pada sidang pledoi, dua minggu kedepan," kata dia.

Pada sidang tersebut, tuntutan dibacakan oleh JPU Endah Purwaningsih. Majlis dipimpin oleh hakim ketua Lia Yuwannita, didampingi hakim anggota Riska Fajarwati dan Binsar Samosir.

Diketahui, Nelson Manalu didakwa karena laporan Kepala Tata Usaha (KTU) PT GAS -Kandis ke Polda Riau dengan tuduhan menghasut, mengancam dan kekerasan pada aksi demonstrasi yang terjadi 19 April 2016 lalu.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved