Berita Riau

Wakil Rakyat Minta Pemprov Riau Tidak Menjadikan Penjualan Aset Solusi Tutupi Defisit

Wakil rakyat di Komisi III DPRD Riau yang membidangi masalah aset, meminta agar rencana Pemprov Riau untuk menjual aset demi menutupi defisit

Wakil Rakyat Minta Pemprov Riau Tidak Menjadikan Penjualan Aset Solusi Tutupi Defisit
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Suasana Kantor DPRD Inhil menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 73 tepat di tanggal 17 Agustus 2018, namun sayang tiang bendera tampak kosong tanpa bendera merah putih. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wakil rakyat di Komisi III DPRD Riau yang membidangi masalah aset, meminta agar rencana Pemprov Riau untuk menjual aset demi menutupi defisit anggaran tahun 2018 ini dipertimbangkan secara matang.

Seorang anggota Komisi III DPRD Riau, Marwan Yohanes kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, anggaran untuk pembelian aset tersebut menggunakan APBD atau uang rakyat.

Maka, harusnya penjualan aset tidak menjadi solusi untuk menutupi defisit tersebut.

Baca: Pengelola Pasar Buah Mangkir Dipanggil DPRD Soal Pembayaran Pajak, Ini Kata Pimpinan Dewan

Baca: Tugaskan Siswa Bikin Video, MAN 1 Pekanbaru Potong Enam Hewan Kurban

Baca: VIDEO: Polsek Bengkalis Potong Lima Ekor Hewan Kurban

"Pemprov Riau harus berpikir sekian kali untuk melakukan penjualan aset tersebut, karena masyarakat bersusah payah untuk membeli aset tersebut," kata Marwan Yohanes kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/8/2018).

Namun demikian, menurut Marwan ada peluang untuk penjualan aset tersebut, tapi aset tersebut harus yang membuat rugi daerah jika tidak dijual.

"Kalau asetnya jadi beban dan merugi terus, misal Riau Airline, itu tak ada masalah untuk dijual. Tidak defisitpun tak apa dijual, apalagi kondisi defisit. Tapi kalau aset yang tidak bermasalah, jangan sampai dijual," imbuhnya.

Politisi Gerindra ini menambahkan, apalagi aset tersebut memiliki nilai budaya dan nilai sejarah, sebaiknya menurutnya yang dipikirkan adalah bagaimana mempertahankan aset tersebut.

Sebelumnya, Pemprov Riau masih memutar otak untuk melakukan upaya rasionalisasi anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah.

Baca: Atlet Anggar Riau Nurul Gagal di 16 Besar Beregu Floret Putri Asian Games 2018

Baca: Begini Respon Kemenag Kampar Ihwal Fatwa MUI Terkait Vaksin MR

Baca: Permohonan Banding Diterima, Hukuman Jennifer Dunn dari 4 Tahun Tinggal 10 Bulan

Hal ini disebabkan karena terjadinya defisit anggaran akibat tunda salur Dana Perimbangan dari pusat dan target Pendapatan tidak tercapai.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved