Breaking News:

Festival Pacu Jalur Dimulai Besok, Inilah Fakta Kegiatan yang Telah Ada Sejak Zaman Belanda Itu

Salah satu iven pariwisata Riau, Pacu Jalur Kuantan Singingi bakal digelar besok, Rabu (28/8/2018).

TRIBUNPEKANBARU.COM/MELVINAS PRIANANDA
Pacu Jalur 2016 - Anak tari terjun ke dalam sungai saat mengikuti perlombaan Pacu Jalur Tradisional 2016 di Tepian Narosa Taluk Kuantan, Kuantan Singingi, Kamis (25/8/2016). Sebanyak 198 jalur atau perahu tradisional yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau mengikuti iven pariwisata tahunan yang digelar untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi masyarakat tersebut. (Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda). 

Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kir-kira 1,3 m s/d 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu.

Baca: Xiaomi Pocophone F1: Pakai Sensor Sony dan Samsung, Inilah Deretan Hasil Tangkapan Kamera Pocophone

Baca: Inilah Alasan Xiaomi Pocophone F1 Bakal Jadi Ponsel Xiaomi Paling Istimewa di Indonesia

Baca: Disebut Cari Panggung Politik dengan Segala Cara, Begini Tanggapan Ahmad Dani

Pada zaman penjajahan Belanda, pacu jalur diadakan untuk memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat dan untuk memperingati hari kelahiran ratu Belanda Wihelmina.

Kegiatan dilombakan selama 2-3 hari, tergantung pada jumlah jalur yang ikut.

Setelah merdeka, pacu jalur dilaksanakan pada hari raya Islam seperti Idul Fitri.

Dua jalur berlomba menjadi yang tercepat dalam Festival Pacu 2016 di Tepian Narosa Taluk Kuantan, Kuantan Singingi, Jumat (26/8). Di hari kedua pelaksanaan, hanya tersisa 50 jalur yang masih terus bertahan dalam perlombaan sistem gugur tersebut.
Dua jalur berlomba menjadi yang tercepat dalam Festival Pacu 2016 di Tepian Narosa Taluk Kuantan, Kuantan Singingi, Jumat (26/8). Di hari kedua pelaksanaan, hanya tersisa 50 jalur yang masih terus bertahan dalam perlombaan sistem gugur tersebut. (TribunPekanbaru/Melvinas Priananda)

Baca: Viral Pemuda 19 Tahun Nikahi wanita 43 Tahun, Taaruf Kurang dari Sebulan, Terungkap Alasan Mulianya

Baca: Ini 24 Nama yang Dipanggil Timnas U-16 Indonesia untuk Persiapan Piala Asia U-16 2018

Baca: Ini Tips Cara Melihat Siapa yang Unfollow dan Tidak Follback Instagram, Silahkan Dicoba

Sekarang, pacu jalur diselenggarakan untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dilansir Wikipedia, sejarah Pacu Jalur berawal abad ke-17, di mana jalur merupakan alat transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan, yakni daerah di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti, Kecamatan Cerenti di hilir.

Saat itu memang belum berkembang transportasi darat.

Akibatnya jalur itu benar-benar digunakan sebagai alat angkut penting bagi warga desa, terutama digunakan sebagai alat angkut hasil bumi, seperti pisang dan tebu, serta berfungsi untuk mengangkut sekitar 40-60 orang.

Kemudian muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya, ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).

Kegiatan Pacu Jalur merupakan pesta rakyat yang terbilang sangat meriah.

Baca: Tim Malaysia Asian Game 2018 Rusak Fasilitas Padepokan Pencak Silat, Lihat Videonya

Baca: Ini Dia Video Live Ustaz Abdul Somad yang Paling Banyak Ditonton Serta Ditirukan Anak Muda

Baca: Angka Kemiskinan di Pekanbaru Capai Angka 33.090 Jiwa dari Total Penduduk

Halaman
123
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved