Bengkalis

Kondisi Abrasi Ancam 280 H Ladang Padi Terendam Air Asin di Bengkalis

Anggota DPRD Riau, Bagus Santoso melihat, ancaman abrasi di Desa Mentayan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis semakin mengganas.

Kondisi Abrasi Ancam 280 H Ladang Padi Terendam Air Asin di Bengkalis
Istimewa
Bagus Santoso saat turun reses ke Bengkalis. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM - Melaksanakan reses ke kawasan Bengkalis, anggota DPRD Riau, Bagus Santoso melihat, ancaman abrasi di Desa Mentayan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis semakin mengganas.

Dikatakan anggota Komisi II DPRD Riau ini, kebun, sawah hingga kuburan sudah hilang dan berubah menjadi lautan. Sedangkan warga desa tak kuasa membendung ganasnya gelombang ombak selat Melaka.

Kades Mentayan, Jalal mengatakan, upaya masyarakat membuat tanggul dan menanam mangrove hanya berbuah sia-sia. Setiap tahunnya sekitar 10 meter kebun dan ladang hilang dari daratan.

"Karena itu, kami mengetuk hati pemerintah, tolonglah dan selamatkan desa kami, disini tanah tumpah darah kami, tempat berladang menyambung hidup mencari makan, kami setiap hari anda cemas dan was-was, desa kami akan hilang dan hanya jadi kenangan” kata Jalal saat menunjukkan lokasi abrasi sepanjang bagian utara desanya kepada Bagus.

Baca: Petugas Disperindag Tera Ulang Ratusan Timbangan Pedagang di Pasar Bawah, Ini Tujuannya

Ditambahkan Bagus, Jalal dan warganya sudah berupaya secara mandiri untuk melawan abrasi baru- baru ini dengan dana desa dan iuran warga membuat tanggul menyelamatkan ladang padi. Hanya saja itu hanya sementara dan tidak akan bertahan lama. Karena sudah sejak tahun 1997 puluhan hektare ladang tak terselamatkan.

"Kami hanya bertahan dan memberikan semangat warga kembali berladang, mereka sebetulnya sudah enggan karena air masin hampur masuk dan tanaman padi akan mati," imbuh Jalal pada Tribunpekanbaru.com.

Sedangkan bantuan tanggul atau pemecah ombak yang diajukan setiap tahun kepada pemerintah hanya menjadi penantian yang tak menentu.

"Permintaan kami warga desa Muntai, jika pemerintah tak sanggup membantu , buatlah Proyek Tugu Prasasti di disini, jika desa kami hilang masih ada kenangan” kata Jalal gambaran mirisnya perjuangannya membentengi desa.

Baca: Dibantu Hujan, Karhutla di Tanjung Putus Pangkalan Kerinci Akhirnya Padam

Melihat kondisi abrasi sangat parah tersebut, anggota DPRD Bagus Santoso terus memompa semangat kades dan warga desa untuk tidak patah semangat apalagi putus asa. Gotong royong yang dilakukan warga cerminan kegigihan rakyat yang mandiri.

Bagus Santoso juga menjelaskan dulu saat menjabat wakil ketua DPRD Riau telah membangun tanggul abrasi di desa Muntai dan akhirnya jebol ditelan abrasi. Begitu juga upaya penanaman mangrove juga dilakukan hasilnya meski ada yang berhasil tumbuh tetapi tidak bisa menahan abrasi.

"Satu- satunya model tanggul yang berhasil dengan menggunakaan bahan bongkahan batu pecah yang didatangkan dari Jawa seperti di sepanjang tepi pantai Selat Baru, hanya saja butuh anggaran yang sangat besar, kita akan berjuang bersama agar mendapat dana APB," imbuhnya.

Baca: Sugianto Sabet Emas Perorangan Putra Pencak Silat Asian Game 2018, Emas ke 25 Indonesia

Politisi PAN ini juga menambahkan, pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau agar persoalan abrasi menjadi program dan kegiatan prioritas.

"Kemudian saya akan sampaikan juga kepada anggota DPR RI utusan Riau, kalau semua peduli InsyaAllah akan didengarkan oleh Kementerian terkait dan juga Presiden nantinya," harapnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved