Pekanbaru

Petugas Disperindag Tera Ulang Ratusan Timbangan Pedagang di Pasar Bawah, Ini Tujuannya

Ratusan timbangan milik pedagang di pasar bawah dilakukan tera ulang oleh petugas.

Petugas Disperindag Tera Ulang Ratusan Timbangan Pedagang di Pasar Bawah, Ini Tujuannya
Istimewa
Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru melakukan tera ulang timbangan milik pedagang di Pasar Bawah, Rabu (29/8/2018). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru melakukan tera ulang timbangan milik pedagang di Pasar Bawah, Rabu (29/8/2018).

Ratusan timbangan milik pedagang di pasar bawah dilakukan tera ulang oleh petugas.

Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kota Pekanbaru, Juarman mengatakan, program ini digalakkan untuk mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota tertib ukur.

"Kegiatan ini akan terus kita lakukan bertahap hingga akhir tahun 2018 mendatang. Ini upaya kita menuju Pekanbaru menjadi daerah tertib ukur," katanya pada Tribunpekanbaru.com.

Baca: Donald Trump Tuding Hasil Pencarian Google Dimanipulasi

Pemerintah Kota Pekanbaru akan memberikan saksi tegas kepada pedagang yang tidak melakukan tera ulang timbanganya. Bahkan Pemko mengancam akan memberikan sanksi berupa pengambilan paksa ataupun penyitaan jika pedagang tidak melakukan tera timbanganya.

"Iya, sanksinya berupa penyitaan timbangan. Jadi kita tidak main-main lagi. Ini kita lakukan untuk menjamin konsumen mendapatkan takaran berat barang yang dibeli sesuai dengan tarakan aslinya. Bukan akal-akalan pedagang yang memainkan timbanganya. Semua harus tertib ukur," katanya.

Disperindag Kota Pekanbaru juga melarang pedagang menggunakan timbangan plastik bewarna orange. Sebab timbangan tersebut adalah timbangan rumah tangga bukan timbangan untuk pedagang. Selain itu, timbangan plastik bewarna orange yang masih banyak digunakan oleh pedagang di pasar tidak memenuhi standar untuk dijadikan sebagai timbangan pedagang.

"Sesuai undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal disebutkan bahwa timbangan yang terbuat dari plastik itu tidak memenuhi standar dan tidak stabil. Jadi tidak memenuhi syarat unruk ditera atau ditera ulang," katanya.

Baca: Agar Bisa Awasi, Fadli Zon Ingin Anggota DPR Dampingi Kegiatan #2019GantiPresiden

Pihaknya mengaku masih banyak menemukan pedagang yang menggunakan timbangan plastik bewarna orange tesebut. Ini terbukti dari hasil Sidak yang dilakukan Disperindag di Pasar Tradisional di Jalan Tuah Karya Kecamatan Tampan, Selasa (6/3) lalu.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved